logo rilis
Demokrat Soroti PT 7 Persen, AHY: Kalau Niat Eliminasi, Demokrasi Hilang!
Kontributor
Nailin In Saroh
15 Maret 2020, 23:00 WIB
Demokrat Soroti PT 7 Persen, AHY: Kalau Niat Eliminasi, Demokrasi Hilang!
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). IlUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum DPP Partai Demokrat terpilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak sepakat dengan usulan kenaikan ambang batas parlemen atau Parliementary Threshold (PT) sebesar 7 persen pada pemilihan legislatif mendatang. Menurutnya, apabila semangatnya untuk memberangus partai politik (Parpol), sama saja Indonesia kehilangan semangat dari demokrasi.

“Kalau semangatnya mengeliminasi saja tentu kita sesungguhnya kehilangan semangat demokrasi itu sendiri,” kata AHY saat menyampaikan pidato politiknya di Kongres V Partai Demokrat, Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Seperti diketahui, ambang batas parlemen pada pemilihan legislatif lalu hanya sebesar 4 persen. Itupun hanya sembilan parpol yang lolos ke senayan. Satu parpol, yakni Hanura yang lolos di 2014 harus rela tumbang lantaran tidak memenuhi syarat PT pada Pileg 2019. 

Menurut AHY, Indonesia sebagai negara yang majemuk atas perbedaan yang ada, tentunya perlu wadah sebagai perpanjangan dalam menyampaikan aspirasi politiknya. Dia mengingatkan, kompetisi merupakan sebuah keniscayaan dalam sebuah demokrasi. 

“Itu semua harus diwadahi diakomodasi baik dalam Parpol mau pun dalam organisasi non parpol yang ada. Tiap lima tahun kita berkompetisi, itu lah keniscayaan dan itu harus kita siapkan dengan baik,” tegas AHY yang pernah mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta itu. 

Karena itu, AHY menilai sangat tidak berkeadilan bila kemudian parpol besar mengambil semua dengan mengeliminasi parpol kecil.

“Kita partai demokrat harus memperjuangkan hak kita untuk tetap eksis. Hak kita untuk tetap berkompetisi secara sehat dalam alam demokrasi ini. Hak kita untuk tetap berjuang, mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Partai Golkar dan Partai Nasdem mengusulkan agar ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dinaikkan menjadi 7 persen, sedangkan presidential threshold tetap diangka 20 persen. 

Sementara PKS dan Demokrat lebih sepakat jika ambang batas parlemen di 4-5 persen. Sedangkan PDIP usul berada di 5 persen. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID