Ketua MPR: Sektor Ekonomi dan Kesehatan jadi Fokus Perhatian di Era New Normal - RILIS.ID
Ketua MPR: Sektor Ekonomi dan Kesehatan jadi Fokus Perhatian di Era New Normal
Nailin In Saroh
Senin | 08/06/2020 20.30 WIB
Ketua MPR: Sektor Ekonomi dan Kesehatan jadi Fokus Perhatian di Era New Normal
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah). FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa Indonesia tidak sedang memilih antara mementingkan sektor ekonomi atau kesehatan dalam menerapkan gaya hidup baru atau new normal. Menurutnya, sektor ekonomi dan kesehatan harus tetap menjadi fokus perhatian utama ditengah pandemi COVID-19, sebab keduanya saling berkaitan satu sama lain.

"Mulai kembalinya para pekerja ke kantor, pabrik, maupun tempat usaha lainnya yang menandakan mulai aktifnya aktifitas perekonomian, bukan berarti Indonesia mengorbankan faktor kesehatan yang masih dibayangi pandemi COVID-19. Protokol kesehatan wajib dipertahankan, agar upaya menggeliatkan ekonomi justru tak membuat penyebaran COVID-19 semakin tinggi," ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Namun, lanjut Bamsoet, Indonesia tidak bisa lagi menunggu sebab COVID-19 adalah krisis yang berkepanjangan hingga vaksinnya ditemukan. Sehingga setidaknya harus mewaspadai 4 tahapan suatu negara dalam menghadapi wabah atau pandemi.

Tahap pertama, krisis kesehatan yang sekarang secara serentak melanda dunia termasuk Indonesia. Tahapan kedua, adalah krisis ekonomi. Beberapa negara sudah mulai masuk ketahap ini. Tahap ketiga adalah krisis sosial.

“Amerika Serikat tampaknya sudah masuk dalam tahap ketiga ini yang dipicu tewasnya warga negara AS kulit hitam oleh polisi yang menjadi triger mencuatnya isu pertikaian ras dan kerusuhan di hampir semua negara bagian AS. Tahap berikutnya atau tahap ke empat adalah krisis politik,” jelas Bamsoet.

Karenanya agar new normal berjalan dengan aman, managemen gedung perkantoran, pabrik, dan tempat usaha lainnya juga harus menyiapkan pencegahan penyebaran COVID-19 di tempat kerja, sesuai ketentuan yang ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 serta protokol kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

"Antara lain dengan melakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan thermogun sebelum orang-orang masuk ke tempat kerja, pengaturan waktu kerja yang efektif, menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan, hingga memastikan seluruh area kerja bersih dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan. Jangan sampai pekerjanya sudah disiplin, managemen kantor atau tempat usaha justru tak disiplin," terang Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga kembali mengingatkan peringatan yang disampaikan Organisasi kesehatan dunia/World Health Organization (WHO) bahwa perang terhadap virus COVID-19 masih akan berjalan lama, minimal hingga dua tahun kedepan. Adapun skenario terburuknya, virus COVID-19 tak akan pernah hilang dari muka bumi.

"Manusia tak boleh sekadar berpasrah diri menghadapi pandemi COVID-19. Kita perlu mengubah perilaku atau gaya hidup. Karena itu saya lebih suka menyebut gaya hidup baru ketimbang menggunakan istilah new normal. Dari mulai gaya hidup yang lebih sehat, sampai gaya hidup yang lebih melek digital dalam bekerja,” ucap Bamsoet.

Yang arus disadari kedepan, tambah Bansoet adalah pergerakan masyarakat kedepan akan menjadi terbatas. Begitu juga hubungan antar negara yang akan lebih mementingkan kebutuhan dalam negerinya. Kerjasama dan kemitraan antar negara akan semakin terkoreksi.

Mantan Ketua DPR RI ini optimis, Indonesia tidak akan tumbang, jika pemerintah, parlemen, rakyat dan seluruh elemen bangsa sadar dan paham apa yang sedang dipertaruhkan bangsa ini. 

“Para ahli ekonomi memperkirakan, setelah lapangan pekerjaan di dunia akan hilang dan tidak akan kembali lagi. Dunia Industri akan berubah total dimasa depan. Kita akan semakin individualistik dan lebih cepat masuk ke dalam era teknologi, digitalisasi dan robotik,” kata Bamsoet.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID