Ketua MPR Ingatkan Pemerintah Tak Buru-buru Lakukan Relaksasi PSBB - RILIS.ID
Ketua MPR Ingatkan Pemerintah Tak Buru-buru Lakukan Relaksasi PSBB
Nailin In Saroh
Minggu | 03/05/2020 15.15 WIB
 Ketua MPR Ingatkan Pemerintah Tak Buru-buru Lakukan Relaksasi PSBB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah). FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah untuk tidak terburu-buru melakukan relaksasi atau pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurutnya, pertimbangan maupun keputusan relaksasi PSBB pun hendaknya mendengarkan pendapat para kepala daerah terlebih dulu. 

“Memang benar semua orang merasakan tidak nyaman karena terus berdiam di rumah. Namun, demi kesehatan dan keselamatan banyak orang, relaksasi PSBB hendaknya tidak perlu terburu-buru,” ujar Bamsoet kepada wartawan di Jakarta, Minggu (3/5/2020).

Menurut Bamsoet, pemerintah harus melihat kembali perkembangan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Sebab jika dipaksakan relaksasi, aturan yang selama ini dilakukan sebagai upaya pencegahan akan sia-sia. 

“Sebelum kecepatan penularan COVID-19 bisa dikendalikan dengan pembatasan sosial, relaksasi PSBB sebaiknya jangan dulu dilakukan,” katanya.

Mantan Ketua DPR RI ini mengatakan, kecenderungan itu terbaca dari pertambahan jumlah pasien setiap harinya. Bahkan, per Sabtu 2 Mei 2020, total pasien yang positif terinfeksi Covid-19 sudah mencapai 10.843, karena adanya penambahan 292 pasien pada hari itu. 

“Terbanyak di Jakarta dengan 4.397 pasien. Sedangkan Jawa Barat dan Jawa Timur di urutan berikutnya masing-masing mencatatkan jumlah 1.000 pasien lebih,” jelas politikus Golkar itu.

Karenanya, Bamsoet menekankan bila penerapan PSBB yang konsisten masih diperlukan, terlebih di Jakarta sebagai episentrum wabah tersebut. Karena menjadi barometer, menurutnya, Jakarta perlu diberi waktu lebih agar mampu mengendalikan kecepatan penularan COVID-19. 

“Demikian juga dengan Jawa Barat dan Jawa Timur. Apalagi, PSBB Jawa Barat baru diterapkan pada 6 Mei 2020 mendatang,”pungkasnya. 

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah sedang memikirkan relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai tanggapan atas keluhan masyarakat yang tidak dapat melakukan aktivitas dengan bebas saat penerapan aturan tersebut. 

Pemerintah menilai, bila masyarakat terlalu dikekang dapat menimbulkan stres dan dapat menurunkan imunitas serta membuat tubuh menjadi lemah.

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID