logo rilis
Ketua MPR: COVID-19 Bisa Ditaklukan, Asal Kita ...
Kontributor
Nailin In Saroh
02 April 2020, 21:00 WIB
Ketua MPR: COVID-19 Bisa Ditaklukan, Asal Kita ...
Ketua MPR Bambang Soesatyo. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak masyarakat untuk tidak mengucilkan dokter dan tenaga medis kesehatan yang menangani pasien COVID-19. Menyusul penolakan beberapa tim medis dilingkungan tempat tinggalnya, setelah berjuang melawan pandemi dan merawat pasien positif COVID-19.

 

Menurut Bamsoet, justru para tenaga medis ini adalah pahlawan kemanusiaan yang berperang di barisan paling depan dengan nyawa sebagai taruhannya. Ditengah keterbatasan alat perlengkapan diri (APD) di berbagai rumah sakit akibat pandemi COVID-19, para dokter dan tenaga kesehatan tetap mendermakan dirinya menangani para pasien walaupun mereka menyadari resiko kesehatan dan keselamatan dirinya. 

 

"Kita justru harus memberikan dukungan dengan menyumbangkan APD atau minimal memberikan apresiasi dan doa. Bukan malah justru mengucilkan mereka," ujar Bamsoet usai memberikan dukungannya sebagai Pimpinan MPR RI kepada Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin oleh Letjen TNl AD Donny Monardo di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (2/4/2020).


Mantan Ketua DPR RI 2014-2019 ini memaparkan, berdasarkan data per 1 April 2020 kemarin, penyebaran virus COVID-19 masih sangat mengkhawatirkan. Secara global, sebanyak 750.890 kasus terkonfirmasi dengan kasus kematian sebanyak 36.405 jiwa.

Sedangkan di Indonesia, kasus positif mencapai 1.677 orang, dengan pasien sembuh sebanyak 103 orang, dan pasien meninggal sebanyak 157 orang. Jumlah kasus positif dan kasus meninggal di Indonesia maupun di dunia terus meningkat secara signifikan setiap harinya.

"Situasi buruk akibat pandemi COVID-19 hanya dapat dihentikan dan ditaklukan jika kita disiplin," kata Bamsoet.

Bamsoet menilai kedisiplinan setiap warga negara dan gotong royong diantara semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah dapat memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyeban COVID-19. 

"Karena itu bagi warga masyarakat dimanapun berada, perlu ditekankan kembali 5 hal kedisiplinan yang harus dilakukan. Yaitu: di rumah saja, dilarang berkumpul, cuci tangan pakai sabun, tidak mudik dan tidak piknik, jika sakit gunakan telemedicine atau datangi fasilitas kesehatan terdekat," tegas Bamsoet.

Di tengah suasana keprihatinan yang dihadapi, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini mengajak segenap elemen bangsa untuk bersama-sama membangun optimisme, bahwa bangsa Indonesia pasti bisa melewati situasi ini. Adanya pasien yang berhasil disembuhkan membuktikan bahwa virus corona jenis baru ini dapat ditaklukkan. Jumlah pasien sembuh yang menunjukkan grafik peningkatan, semakin menambah optimisme.

"Data pasien sembuh dari tanggal 29 Maret 2020 sampai tanggal 1 April 2020, meningkat dari angka 46, 64, 75, dan 103. Ditambah semangat juang pekerja medis dan relawan yang tak kenal lelah, serta langkah dan kebijakan pemerintah yang dibuat dengan hati-hati, cepat, strategis, dan terukur, tentunya akan semakin menguatkan kita dalam menghadapi pandemi COVID-19," tutur Bamsoet.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID