logo rilis
Kerja Sama BPTP Banten dengan Bank Indonesia Tuai Sukses
Kontributor
Elvi R
11 November 2019, 12:30 WIB
Kerja Sama BPTP Banten dengan Bank Indonesia Tuai Sukses
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Banten— Sejak ditandatanganinya Kerja Sama Peningkatan Produksi Padi antara BPTP Banten dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Serang pada 10 April 2019, BPTP Banten secara rutin melakukan pertemuan dengan Gapoktan Sukabungah yang berlokasi di Desa Tambakbaya Kec. Cibadak Kab. Lebak. Kerjasama Peningkatan Produksi Padi dilakukan dalam rangka kegiatan pengendalian inflasi yang merupakan salah satu tupoksi dari Bank Indonesia.

Areal sawah Gapoktan Sukabungah menjadi lokasi pelaksanaan Kerjasama tersebut melalui Denfarm Padi seluas 10 hektare. Pada areal tersebut, BPTP Banten mengintroduksikan dan melakukan pendampingan Teknologi Budidaya Jajar Legowo (Jarwo) Super.

Demfarm dimaksudkan sebagai area percontohan sekaligus sebagai upaya untuk mewujudkan peningkatan produksi pangan sehingga pada akhirnya nanti dapat tercapai inflasi yang rendah dan stabil, yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Teknologi budidaya padi Jarwo Super merupakan teknologi budidaya padi secara terpadu berbasis cara tanam Jajar Legowo. Teknologi ini menggunakan, benih bermutu varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi, biodekomposer pada saat pengolahan tanah, pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang, teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu, dan alat mesin pertanian terutama untuk tanam dan panen.

Melalui kerja sama yang erat termasuk sikap kooperatif petani, kegiatan ini menuai kesuksesan. Hasilnya sangat memuaskan petani karena meningkat signifikan dibanding dengan musim-musim tanam sebelumnya, yaitu terwujud peningkatan melebihi target 10 persen.

"Dari rata-rata produksi sebelumnya 6-7 ton per hektare GKP di lokasi tersebut, melalui penerapan Jarwo Super terwujud peningkatan yang cukup tinggi menjadi sebesar 8-9 ton per hektare GKP" terang Dr. Andy Saryoko, peneliti BPTP Banten.

Kepada para petani dalam pertemuan evaluasi hasil ubinan, Dr. Andy Saryoko menyampaikan, dengan hasil yang baik tersebut, peluang untuk semakin meningkatkan produksi di wilayah tersebut semakin nyata. Yaitu dengan memperbaiki jarak tanam, menyesuaikan sistem tanam dengan musim tanam, menjaga konsistensi jarak tanam sehingga populasi yang diinginkan tercapai, dan memperbaiki cara panen.

"Serta secara keseluruhan meyakini bahwa semua komponen yang digunakan dalam Sistem Jarwo Super berkontribusi terhadap peningkatan produksi," ungkapnya.

Selanjutnya, Sri Kurniawati, SP, M.Si peneliti BPTP Banten di bidang Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) menambahkan, pengendalian HPT merupakan bagian dari upaya pengamanan produksi dengan menerapkan prinsip budidaya tanaman sehat.

"Melalui penerapan komponen Jarwo Super, diantaranya membuat tanaman lebih sehat sehingga serangan HPT yang ada cukup rendah" jelas Sri.

Serangan yang pernah ada selama pelaksanaan kegiatan adalah serangan hama tikus, namun berkat kesigapan semua pihak yang terkait maka pengendalian terlaksana dengan efektif.

"Bilamana ada satu lokasi sawah terserang (HPT red) maka itu menjadi ancaman bagi semuanya" ucap Sri memberikan penekanan.

Dike, penyuluh Kec. Cibadak merasakan kepuasan dengan pelaksanaan kegiatan demfarm tersebut.

"Adanya teknologi budidaya padi Jarwo Super membantu petani meningkatkan produksi, meningkatkan pengetahuan pengendalian HPT dan pengetahuan petani mulai dari awal persiapan budidaya hingga panen" ucap Dike sumringah.

Ketua Gapoktan Sukabungah, Ruhiana menyatakan, kegiatan berjalan dengan sangat memuaskan karena berkat kerjasama yang baik dalam pelaksanaan kegiatan terwujud peningkatan produksi yang signifikan. Ruhiana berjanji akan menerapkan teknologi ini kembali pada musim-musim tanam berikutnya.

"Ke depan, kami akan melanjutkan teknologi ini sesuai dengan anjuran" terang Ruhiana.

Kasi KSPP BPTP Banten, ST. Rukmini, SP, M.Si berharap agar kegiatan yang telah menuai sukses ini juga dapat diadopsi oleh petani lainnya.

"Kami berharap, apa yang telah dilakukan pada kegiatan ini dapat disebarluaskan dan diadopsi ilmunya, tidak hanya terbatas di Kec. Cibadak tetapi juga se Provinsi Banten" ucap Rukmini

Sumber: Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID