Kenang Didi Kempot Sumbang Rp2 M untuk COVID-19, PKB: Perjuangannya Nggak 'Kaleng-Kaleng' - RILIS.ID
Kenang Didi Kempot Sumbang Rp2 M untuk COVID-19, PKB: Perjuangannya Nggak 'Kaleng-Kaleng'
Nailin In Saroh
Selasa | 05/05/2020 21.30 WIB
Kenang Didi Kempot Sumbang Rp2 M untuk COVID-19, PKB: Perjuangannya Nggak 'Kaleng-Kaleng'
Penyanyi campursari, Didi Kempot. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Anggota fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR, Fatwa Juwita Sari mengatakan, kepergian sang maestro campur sari Didi Kempot atau Dionisius Prasetyo menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia. 

Dia mengenang sosok Didi sebagai publik figur yang pembawaannya ceria dan kerap memberi semangat bagi masyarakat tanah air pecinta musik keroncong dangdut. Di balik pembawaannya yang kalem, kata Fatwa, pria yang akrab disebut Lord Didi itu juga seorang yang dermawan. 

Anggota Komisi VII DPR ini mengungkapkan bahwa mendiang Didi pernah menyumbang miliaran dana pribadinya kepada Pengurus Besar Nadhlatul Ulama untuk turut membantu penanggulangan wabah.

"Perjuangan beliau untuk kemanusiaan juga nggak kaleng-kaleng, karena terakhir lewat konser #dirumahaja beliau menyumbang kepada PBNU senilai Rp2 miliar lebih untuk Penanggulangan COVID-19," kata Ratna dalam pernyataan tertulis, Selasa (5/5).

"Sebagai sobat ambyar tentu kami merasa sangat kehilangan mas Didi, beliau orang baik, lembah manah (rendah hati) meskipun saat ini sedang viral dan Hits dimana mana," kenangnya.

Tak hanya itu, Didi juga dikenal sebagai penyanyi yang aktif menyuarakan kampanye anti narkoba di kalangan seniman dan musisi. Penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart ini bahkan berulang kali menyampaikan pesan tentang jauhi narkoba kala manggung.

"Beliau musisi yang idealis, karena perjuangan beliau musik campursari yang menggunakan bahasa Jawa menjadi disukai generasi milenial dan bahkan sampai ke mancanegara," ungkap Fatwa. 

Hingga menjelang akhir hayatnya, sang maestro Didi juga masih sempat membuat lagu. Lagu yang diciptakannya ini pun menurut Fatwa merupakan bentuk kepedulian Didi terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah virus corona penyebab COVID-19.

"Dan karya beliau yang terakhir juga lagu Ojo Mudik (kalo tidak salah) sebagai bentuk kepedulian beliau untuk membantu pemerintah mensosialisasikan himbauan jangan mudik kepada khalayak yang mungkin belum bisa “disentuh” oleh pemerintah. BYE Lord. We’re Broken alone Now. Maturnuwun," demikian Fatwa. 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID