logo rilis
Kenalkan Hercules C130, Spesialis Angkut Bantuan dan Korban Gempa Palu-Donggala
Kontributor

02 Oktober 2018, 22:15 WIB
Kenalkan Hercules C130, Spesialis Angkut Bantuan dan Korban Gempa Palu-Donggala
FOTO: Instagram/@herculesc_130

RILIS.ID, Manado— Pesawat Hercules C130 menjadi armada spesialis mengangkut bantuan dan korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Hercules C130, yang berangkat dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Samratulangi (Lanudsri) Manado, juga membawa tim tedis, tim teknisi Telkom yang akan memperbaiki sarana komunikasi serta listrik di wilayah bencana tersebut.

Menurut Kadispen Lanudsri, Mayor Johni Gumansalangi, mengatakan bantuan yang dikirimkan tersebut sebanyak 11,7 ton yang terdiri bahan makanan, obat-obatan dan terpal.

Saat ini juga masih terkumpul bahan bantuan di Lanudsri dari berbagai pihak untuk dikirimkan ke Sulawesi Tengah.

"Barang-barang tersebut nantinya juga akan dibawa atau dikirimkan ke lokasi guna membantu korban bencana gempa dan tsunami," katanya di Manado, Selasa (2/10/2018).

Pada Minggu (30/9/2018) kemarin, Hercules C130 juga telah berangkat dari Lanudsri Manado, membawa bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala.

Sejumlah bantuan dibawa pesawat tersebut antara lain bahan makanan masyarakat serta obat-obatan, relawan, tenaga medis, serta alat berat jenis Backhoe Loader.

Kemudian, Hercules C130 juga mengangkut sekitar 179 korban selamat dari bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, ke Manado, Sulawesi Utara.

"Selain itu juga bersama dua jenasah atlet paralayang Glen Mononutu dan Petra Mandagi," katanya.

Salah seorang warga korban gempa, Olivia Kusuwara (68), mengatakan dirinya tiba di Manado dengan menggunakan pesawat Hercules.

"Tiba di Manado bersama dengan keluarga lainnya," kata Olivia yang beralamat di Jalan Tadulako, Palu.

Ia mengatakan, dirinya sudah sekitar 42 tahun tinggal di Kota Palu dan telah merasakan beberapa kali gempa terjadi di kota itu.

"Tetapi baru kali ini merasa takut," katanya.

Ia merencanakan jika kondisi Palu sudah baik, akan kembali ke sana. 

Warga lainnya, Jili Kusuwara (47) mengatakan bersyukur bisa selamat dan tiba di Manado.

"Bersyukur kendatipun dalam keadaan sakit bisa jalan," kata Jili yang saat itu menggunakan alat bantu tongkat karena penyakit stroke yang dialaminya.

Kabestina Sihotang warga lainnya mengatakan, dirinya bersama lima orang keluarga tiba di Manado dengan menggunakan Hercules.

"Sebenarnya rencananya ke Balikpapan bersama keluarga lainnya, namun di Bandara Palu terpisah, dan kami berlima di Manado," kata Kabestina yang tinggal di Jalan Garuda, Kota Palu.

Ia mengatakan, telah sudah kontak dengan saudara lainnya dan mendapat kabar mereka saat ini telah berada di Balikpapan.

"Kami merencanakan untuk membeli tiket untuk ke Balikpapan berkumpul dengan keluarga lainnya," katanya.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID