Kementerian ESDM Targetkan Pembangkit Listrik Nasional Capai Kapasitas 74,8 Giga Watt - RILIS.ID
Kementerian ESDM Targetkan Pembangkit Listrik Nasional Capai Kapasitas 74,8 Giga Watt
Elvi R
Kamis | 09/01/2020 19.00 WIB
Kementerian ESDM Targetkan Pembangkit Listrik Nasional Capai Kapasitas 74,8 Giga Watt
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan kapasitas pembangkit tenaga listrik nasional mencapai 74,8 giga watt setelah pada 2019 mencapai 69,1 giga watt, meningkat 4,2 giga watt dari 2018 yang sebesar 64,9 giga watt

Dalam rangka peningkatan kapasitas pembangkit, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis. pemerintah juga terus mendorong penyelesaian pProgram 35 ribu MW yang sebagian besar telah dibangun.

Selain itu, pemerintah akan terus mendorong pembangunan transmisi dan jaringan distribusi dengan memanfaatkan teknologi terkini (smart grid dan metering).

Kapasitas pembangkit listrik EBT juga terus dioptimalkan, sesuai amanat Kebijakan Energi Nasional yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2014 yang menargetkan bauran energi baru terbarukan pada 2025 sebesar 23 persen.

Tambahan kapasitas pembangkit EBT Tahun 2019 mencapai 376 mega watt mayoritas dari PLTP sebesar 182,3 mega watt yaitu PLTP Mulut Balai Karimun, PLTP Sorik Merapi dan PLTP Muaralaboh.

Kementerian ESDM juga tengah merevisi Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik, dan menerbitkan Perpres untuk mendorong pemanfaatan EBT lebih masif.

Untuk Kebijakan Mandatori Biodiesel, penggunaan B20 telah dimulai sejak Januari 2016, dan telah berjalan dengan baik pada sektor PSO. Sejak 1 September 2018, Pemerintah memperluas mandatori B20 ke sektor Non PSO, seperti kelistrikan, pertambangan, perkeretaapian, industri, dan angkutan laut.

"Mandatori B20 tersebut ditingkatkan menjadi mandatori B30 pada Januari 2020. Produksi biodiesel tahun 2019 ditargetkan 7,37 juta kilo liter dan realisasinya mencapai 8,37 juta kilo liter. Pemanfataan domestik sekitar 75 persen atau setara 6,26 juta kilo liter sehingga menghemat devisa 3,35 miliar dolar As atau Rp48,19 triliun. Tahun 2020, produksi biodiesel ditargetkan sebesar 10 juta KL," ujar Arifin.

Pemanfaatan batub ara domestik untuk kepentingan dalam negeri akan terus didorong oleh pemerintah, salah satunya mengusulkan pemberian insentif program gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).

Pada  2019, pemanfaatan batu bara domestik mencapai 138 juta ton dari produksi sebesar 610 juta ton. Sedangkan pada 2020 ditargetkan sebesar 155 juta ton dari target produksi 550 juta ton.

Untuk peningkatan nilai tambah mineral, selain terus mendorong pembangunan smelter untuk meningkatkan nilai tambah mineral dan multiplier effect perekonomian, pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan pembangunan smelter sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 beserta Permen ESDM sebagai regulasi turunannya.

Hingga 2019 telah diselesaikan sebanyak 17 smelter dan pada 2020 ditargetkan akan dibangun 8 smelter.

Sumber ANTARA


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID