Kementan Dukung Daya Saing Ternak Unggas Lokal - RILIS.ID
Kementan Dukung Daya Saing Ternak Unggas Lokal

Kamis | 16/03/2017 01.20 WIB
Kementan Dukung Daya Saing Ternak Unggas Lokal
Road Show Pengembangan Peternakan Unggas Lokal di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Rabu (15/3/2017). FOTO: Is

RILIS.ID, Purwokerto— Kementerian Pertanian mendukung pengembangan peternakan unggas lokal yang berdaya saing dalam menghadapi pasar bebas Asean. Hal tersebut mengemuka dalam acara Road Show Pengembangan Peternakan Unggas Lokal di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Rabu (15/3/2017).

Road Show tersebut menghadirkan pembicara yakni Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (HIMPULI) Ade M Zulkarnain, Guru Besar Peternakan Ismoyowati serta pembibit ayam asli Indonesia Naryanto.

“Road Show ini dilaksanakan kerjasama dengan Kementerian Pertanian. Tujuannya untuk memberikan informasi kepada seluruh pemangku kepentingan peternakan unggas lokal terutama yang berkaitan dengan legalitas dan perundang-undangan," kata Ade M Zulkarnain, di lokasi acara.    

Ayam asli Indonesia, lanjut Ade, punya daya saing yang sangat tinggi di pasar global. Tapi kelemahannya belum disertifikasi. "Di pasar global sertifikasi peternakan sangat berharga sebagai bentuk legalitas produk," ungkapnya.

Sementara pembibit ayam asli Indonesia, Naryanto, dari PT Sumber Unggas Indonesia memaparkan manfaat sertifikasi untuk meluaskan jaringan pasar. Ia menyebut perusahaannya telah mengantongi Surat Keterangan Layak Bibit (SKLB), Lisensi Sumber Bibit dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Kementan serta dalam proses audit sertifikasi Kompartemen bebas AI.

Sumber Unggas Indonesia juga telah menjalankan konservasi dalam rangka penyelamatan sumber daya genetik ayam asli Indonesia. Sedikitnya perusahaan itu melestarikan enam jenis ayam, yaitu Pelung, Sentul, KUB, Kedu, Cemani, Gaok dan Black Sumatera. “Berbagai jenis ayam tersebut akan dijadikan sumber bibit ayam asli yang unggul,” katanya.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Hukum dan Perundang-undangan, Afnan Malay, menambahkan sektor usaha peternakan unggas lokal sudah mulai melakukan modernisasi serta menjalankan kebijakan peternakan untuk menumbuhkan daya saing.

“Sudah ada peternak yang memiliki sertifikasi bidang pembibitan, NKV (nomor kontrol veteriner) serta proses audit untuk mendapatkan sertifikat Kompartemen Bebas AI,” bebernya.

Setelah lengkap, lanjut Afnan, peternak tidak akan menghadapi kesulitan dalam pemasaran serta dapat membuka jaringan di pasar global.


Tags
#Kementerian Pertanian
#Unggas Lokal
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID