logo rilis
Kemensos Buka Tujuh Dapur Umum di Palu
Kontributor

01 Oktober 2018, 15:00 WIB
Kemensos Buka Tujuh Dapur Umum di Palu
Ilustrasi dapur umum. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Sosial membuka tujuh unit dapur umum lapangan di Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk memastikan kebutuhan makanan korban gempa dan tsunami di daerah tersebut.

"Hari ini kita sudah bisa membentuk tujuh dapur umum lapangan di Palu dan satu dalam perjalanan ke Donggala," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, yang dihubungi dari Jakarta, Senin (1/10/2018).

Saat ini, Harry berada di Kota Palu untuk memastikan kebutuhan para korban terpenuhi.

Dia mengatakan, Kemensos menargetkan setidaknya 12 dapur umum lapangan di Kota Palu.

"Besok mungkin kita coba masuk ke Sigi dan Parigi Moutong. Tapi memang tidak mudah karena BBM sulit, kalau BBM sudah tersedia mobilitas teman-teman kesana," tambah dia.

Selain sulitnya mendapatkan BBM, listrik, air, transportasi dan sarana komunikasi juga masih sulit diakses.

Lebih lanjut Harry mengatakan, yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah makanan.

Sebelumnya Kementerian Sosial sudah menyiapkan bantuan logistik untuk penanganan masa tanggap darurat pascagempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Donggala pada Jumat (28/9) petang hingga menyebabkan tsunami yang juga menghantam Kota Palu.

Bantuan yang disiapkan adalah 1.000 kardus makanan cepat saji, 2.000 velbed, 25 tenda serbaguna, 3.000 tenda gulung, dua paket perlengkapan dapur umum lapangan, 1.000 matras dan 1.500 kasur.

Bantuan tersebut disiapkan dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi dan saat ini sudah berada di Bandara Halim Perdana Kesuma siap diberangkatkan ke Sulawesi Tengah.

"Salah satu kendala yang kita hadapi, kebutuhan makanan masih belum bisa didistribusikan karena masih berada di Halim, sementara bantuan yang didorong dari Makassar, Gorontalo, Morowali, Sulawesi Barat, Luwuk Timur dan Kalimantan Selatan, sudah sampai tapi tidak semuanya kebutuhan makanan," katanya.

PT Pertamina (Persero), juga akan mengirimkan pasokan 4.000 liter solar ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan menggunakan Pesawat Air Tractor dari Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara.

Pesawat tipe AT 802 itu membawa 4.000 liter Solar untuk menyokong bantuan operasional pemulihan pascabencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.

Pesawat yang dioperasikan oleh PT Pelita Air Service itu dibawa oleh Captain Benjamin dan berangkat pada Senin (1/10/2018), pukul 06.45 WITA, dari Tarakan dan mendarat di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, pukul 09.05 WITA.

Unit Manager Communication and CSR Marketing Operation Region VII, Roby Hervindo menyatakan, pasokan solar tersebut dikirim dari TBBM Tarakan, Kalimantan Utara, sebagai bentuk aksi tanggap darurat Pertamina dalam upaya memaksimalkan pendistribusian BBM di Palu dan Donggala pasca gempa dan tsunami.

Selain mengoptimalkan alih suplai BBM dari Terminal BBM di sekitar Sulawesi, Pertamina juga mengerahkan pengiriman BBM dengan menggunakan pesawat Air Tractor.

Pesawat khusus ini digunakan untuk mendistribusikan BBM ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) khususnya Krayan, Nunukan Kaltara dan Puncak Jaya, Papua, dalam rangka program BBM Satu Harga.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID