logo rilis
Kemenkeu Blokir Anggaran Kemendag Rp307,49 M, DPR: Segera Koordinasi!
Kontributor
RILIS.ID
02 Juni 2021, 16:51 WIB
Kemenkeu Blokir Anggaran Kemendag Rp307,49 M, DPR: Segera Koordinasi!
Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohamad Hekal.FOTO DPR.GO.ID

RILIS.ID, JAKARTA— Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI terkait pemblokiran anggaran kementerian tersebut  sebesar Rp307,49 miliar. 

Wakil Ketua Komisi VI DPR Mohamad Hekal mengatakan, koordinasi perlu terus dilakukan untuk pembiayaan kegiatan Kemendag TA 2021 antara lain; pembangunan/revitalisasi pasar rakyat sebesar Rp164.45 miliar; pembangunan pusat jajanan kuliner di 10 kawasan wisata sebesar Rp44 miliar; dan pembangunan/revitalisasi gudang non SRG sebesar Rp16,5 miliar.

Kemudian, lanjut Hekal, Komisi IV juga menerima penjelasan alokasi Anggaran Kemendag TA 2022  berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor S-361/MK.02/2021 dan nomor B.238/M.PPN/D.8/PP.04.02/04/2021 perihal Pagu Indikatif Belanja K/L T.A 2022, sebesar Rp2,3 triliun.

”Kami menerima penjelasan dan mendukung pengajuan usulan tambahan anggaran Kemendag RI TA 2022 sebesar Rp288 miliar,” ujar Hekal saat rapat kerja dengan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Gedung Parlemen (31/5/2021) seperti yang dikutip Rilis.id dari dpr.go.id

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu memaparkan, penambahan anggaran itu di antaranya untuk pemenuhan belanja operasional Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) sebesar Rp8 miliar, Kegiatan pengembangan Ekonomi Digital Indonesia Tahun 2022 sebesar Rp10 miliar.

Pengawasan kegiatan Kemendag, pengawasan perbaikan tata kelola di Lingkungan Kemendag, pengawasan urusan pemerintah daerah bidang perdagangan sebesar Rp19 miliar, Pelaksanaan presidensi G2, perssiapan ketuanrumahan ASEAN 2023, keuanrumahan dalam ICCO dan ITRC, pelaksanaan FTA center di pusat dan daerah, dan beberapa perundingan lain yang belum teranggarkan sebesar Rp69 miliar.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, ada beberapa kegiatan di Kemendag yang anggarannya masih diblokir Kemenkeu senilai Rp307,49 miliar. Hal itu terjadi lantaran data pendukung dan kelengkapan administrasi belum lengkap.

Di antaranya adalah program untuk pembangunan atau revitalisasi pasar rakyat, pembangunan pusat produk dalam negeri, hingga pembangunan pusat jajanan kuliner di kawasan wisata.

”Untuk program pembangunan atau revitalisasi pasar rakyat sejumlah Rp164,45 miliar dan pembangunan pusat produk dalam negeri unggulan daerah di Makasar sebesar Rp30 miliar,” ujarnya 

Lalu untuk program pembangunan pusat jajanan kuliner di 10 kawasan wisata sebesar Rp44 miliar, pembangunan atau revitalisasi gudang non-sistem resi gudang sebesar Rp16,5 miliar.

Kemudian untuk program pengadaan kendaraan operasional, pengadaan peralatan perkantoran dan pengendalian mutu sebesar Rp52,54 miliar.

”Kami akan terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu agar pemblokiran dana tersebut bisa dibuka,” ujarnya. 

Di samping itu, Lutfhi juga mengatakan sejauh ini realisasi penyerapan anggaran Kemendag hingga 28 Mei 2021 ada sebanyak Rp618,7 miliar.

”Kami sampaikan bahwa penyerapan anggaran Kemendag mencapai Rp618,7 miliar atau 21,06 persen dari total pagu anggaran Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp2,94 triliun,” pungkasnya.(*)

Editor: Wirahadikusumah


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID