logo rilis
Kemenhub Libatkan UGM Bangun Rumah bagi Korban Gempa Lombok
Kontributor

27 Agustus 2018, 11:15 WIB
Kemenhub Libatkan UGM Bangun Rumah bagi Korban Gempa Lombok
kondisi bangunan di Lombok, pascagempa yang mengguncang daerah tersebut. FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada akan membangun 50 rumah berbentuk cluster bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Kemenhub bersama dengan stakeholder yang ada akan memberikan tali kasih kepada korban bencana selain membantu dalam bentuk keperluan sehari-hari kita juga pastikan logistik air bisa berjalan baik dan merata," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Selain itu, Menhub juga mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Fakuktas Teknik UGM untuk membangun rumah-rumah yang bersifat temporer tapi bisa menjadi growing house.

"Ini satu hal yang baik, karena nantinya rumah ini akan dibangun dengan material yang sudah ada. Kita akan bangun 50 rumah dalam bentuk satu cluster," kata Menhub.

Ia berharap program ini bisa berjalan cepat sehingga tanggal 9 September ini bisa selesai dalam waktu satu minggu bisa selesai 50 rumah.

"Kita ingin masyarakat Lombok ini cepat bangkit dan kembali bekerja sebagaimana mestinya," ujarnya.

Dekan Fakultas Teknik UGM, Nizam, mengatakan program rumah ini adalah memberikan bantuan tempat tinggal yang lebih baik dibanding tenda.

"Maka dibuat program rumah yang disebut rumah transisi, artinya rumah ini tidak perlu dibongkar lagi tapi bisa jadi rumah permanen dengan satu sistem Hunian Transisi Menuju Permanen (HUNTRAP)," ujar Nizam.

Ia mengatakan, proses pembuatannya sangat sederhana, misalnya dindingnya bisa menggunakan anyaman bambu atau pakai papan yang masih tersisa dan rumah tersebut pelan-pelan tumbuh dan berkembang.

"Diawali rumah inti 18 meter persegi tapi bisa tumbuh menjadi 36 menjadi 72 sesuai perkembangan kesiapan masyarakat untuk mengembangkan sendiri jadi kita ingin basis nya masyarakat sendiri yang bangkit dan berdaya kembali untuk menbangun masa depannya dari keruntuhan bencana ini," ujarnya.

Nizam menambahkan, estimasi biaya untuk 1 rumah yang diperkirakan memakan waktu 2 hari dengan 3 orang tukang itu sekitar 10 juta untuk rangka dan atapnya sampai bisa ditempati.

"Lokasinya sesuai arahan pak menteri di sekitar pelabuhan Pemenang. Ini harus segera, agar ekonomi pariwisata bisa segera tumbuh dan pulih kembali," ujarnya seraya mengatakan material yang digunakan menggunakan rangka dari kanal baja yang tahan gempa, atapnya bisa dari aluminum yang ringan.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID