logo rilis
Kelola Anggaran Sangat Besar, Legislator Minta Pengawasan Intensif BPJS Ketenagakerjaan
Kontributor
Rilis
11 Februari 2021, 18:20 WIB
Kelola Anggaran Sangat Besar, Legislator Minta Pengawasan Intensif BPJS Ketenagakerjaan
Anggota Komisi X DPR RI Obon Tabroni. Foto: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi X DPR RI Obon Tabroni menyoroti isu publik terkait adanya indikasi korupsi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sebesar Rp 43 triliun.

Menurut Obon, lembaga tersebut saat ini mengelola anggaran buruh yang sangat besar. Jumlahnya mencapai sekitar Rp 400 triliun. Karenanya ia meminta agar ada pengawasan intensif terhadap BPJS Ketenagakerjaan.

"Harus ada kontrol yang lebih besar terhadap lembaga tersebut sehingga indikasi korupsi, kemudian hal-hal yang lain itu bisa dihilangkan karena ini menyangkut trust. Rasanya tidak mungkin BPJS mengalami pengambilan uang secara keseluruhan karena sistemnya yang ada," ujar Obon seperti dilansir Rilis.id dari laman www.dpr.go.id, Kamis (11/2/2021).

Anggota Komisi X DPR RI ini mengatakan BPJS Ketenagakerjaan telah menjadi lembaga yang besar karena memegang anggaran buruh se-Indonesia.

Namun Obon menyayangkan kontribusi pelayanan BPJS Ketenagakerjaan terhadap peserta masih jauh dari harapan. Terlebih di masa pandemi ini, ketika banyak buruh di-PHK, Obon mengatakan BPJS Ketenagakerjaan tidak dapat mengantisipasinya.

"Ketika peserta mengalami PHK akibat Covid-19, yang berjuta-juta orang mengalami itu, mereka sulit untuk mendapatkan haknya dalam hal ini mengambil JHT (jaminan hari tua) yang dimaksud," jelas politikus Partai Gerindra tersebut dalam rapat paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Selain itu ia melihat benefit yang didapatkan JHT masih rendah. Untuk itu ia berharap pemerintah dapat mengontrolnya. "Saya berharap bahwa kita bisa mengontrol lewat OJK, untuk melakukan pengawasan yang lebih intens termasuk juga melakukan pengawasan-pengawasan yang lain," tukasnya. (*)

Editor: Redaksi


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID