Kebiasaan 'Bagi-bagi' Zakat Masyarakat Harus Diubah - RILIS.ID
Kebiasaan 'Bagi-bagi' Zakat Masyarakat Harus Diubah

Selasa | 12/06/2018 11.10 WIB
Kebiasaan 'Bagi-bagi' Zakat Masyarakat Harus Diubah
ilustrasi pembagian zakat. FOTO: Beritadaerah.

RILIS.ID, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau agar masyarakat bisa meninggalkan kebiasaan membagi-bagikan zakat secara massal. Jangan ada lagi cerita orang-orang lanjut usia (lansia) dan anak-anak harus siap terhimpit di tengah kerumunan penerima zakat.

"Kebiasaan pembagian zakat yang mempertontonkan kemiskinan agar dihentikan dan diubah dengan cara menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat," kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar, Selasa (12/6/2018).

Kalau memang pertimbangannya adalah fakir miskin di lingkungan sekitar, sebaiknya pihak penyalur zakat bisa mengantar ke tempat mereka masing-masing. Bukan dengan cara mengumpulkan warga miskin, lalu mereka harus antri dan berdesakan.

Cara pembagian zakat seperti itu, menurut Fuad, di samping berisiko terjadi kekisruhan, tanpa sengaja telah merendahkan martabat orang miskin. Publik harus belajar juga peristiwa pembagian zakat oleh seorang dermawan di Pasuruan pada 2008 lalu, menewaskan 21 orang.

"Setiap kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain bisa kena sanksi pidana, kendati dilakukan dalam konteks perbuatan kebajikan, seperti pembagian zakat," tuturnya.

Fuad yang juga mantan anggota dan Wakil Sekretaris BAZNAS ini menilai, organisasi pengelola zakat yang dibentuk pemerintah (BAZNAS), dari tingkat pusat sampai kabupaten/kota, dan organisasi pengelola zakat (LAZ) berbadan hukum yang didirikan masyarakat telah memfasilitasi kemudahan layanan pembayaran zakat, infak dan sedekah.

Organisasi ini juga memudahkan mekanisme pendistribusian dan pendayagunaan zakat kepada orang yang berhak menerimanya.

Dana zakat yang disalurkan BAZNAS dan LAZ,  bukan hanya berupa bantuan langsung untuk memenuhi kebutuhan pokok warga miskin dan penyediaan berbagai sarana/prasarana keagamaan, bantuan kepada warga korban bencana.

Lebih dari itu, dana zakat juga diberikan dalam bentuk beasiswa pendidikan formal, fasilitas pengobatan, pemberdayaan ekonomi dan kemaslahatan umat dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID