logo rilis
Kasus Kematian Covid-19 di Sumsel Lampaui Angka Nasional, Doni: Jangan Anggap Enteng!
Kontributor
RILIS.ID
06 Mei 2021, 14:19 WIB
Kasus Kematian Covid-19 di Sumsel Lampaui Angka Nasional, Doni: Jangan Anggap Enteng!
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Foto: Dok Rilis.id

RILIS.ID, Palembang— Kasus kematian akibat Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi sorotan pemerintah pusat. Sebab, angka kematian di provinsi tersebut melampaui rata-rata nasional.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per 4 Mei 2021, kasus kematian di Sumsel mencapai 4,93 persen atau lebih tinggi dari angka rata-rata nasional yakni 2,7 persen.

Tingginya kasus kematian tersebut telah membuat Sumsel menempati peringkat ketiga secara nasional.

"Mohon maaf. Sekali lagi angka kasus kematian Covid-19 di Sumsel ini masuk di peringkat ketiga secara nasional,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo seperti dikutip Rilis.id dari laman BNPB Indonesia, Kamis (6/5/2021).

Doni meminta Pemerintah Provinsi Sumsel agar melakukan evaluasi dalam penanganan Covid-19. Ini mengingat angka kasus positif di Bumi Sriwijaya itu mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Doni, apabila terjadi kasus kenaikan, maka upaya yang harus dilakukan adalah evaluasi penanganannya.

Lebih lanjut menurut Doni, Covid-19 merupakan penyakit yang tidak bisa dikendalikan. Artinya, sekali kasusnya aktif maka semuanya akan berpotensi mengalami peningkatan.

Doni juga menggaris bawahi agar kenaikan kasus Covid-19 tidak dianggap sepele.

"Kalau ada peningkatan maka lakukan evaluasi apa penyebabnya dan lakukan langkah-langkah penanganan. Jangan anggap enteng,” tegas Doni.

Per 4 Mei 2021, jumlah angka kasus aktif Covid-19 di Sumsel mencapai 1.417 atau 6,76 persen. Jumlah tersebut lebih tinggi atau di atas rata-rata nasional yakni 5,9 persen.

Kemudian persentase kasus sembuh di Sumsel berada pada posisi 88,3 persen dan masih di bawah angka rata-rata nasional yakni 91,4 persen.

Selain itu, bed occupancy rate di Sumsel pada awal April 2021 berada di angka 30 persen. Namun dalam satu bulan terakhir, posisi itu naik menjadi 56 persen.

Di sisi lain, secara garis besar wilayah administrasi di Sumsel telah masuk pada zona kuning. Akan tetapi hal itu berubah drastis dalam beberapa pekan terakhir sehingga yang masuk dalam zona kuning hanya ada lima wilayah saja.

Doni mengajak agar Pemprov Sumsel dapat mengontrol segala sesuatu yang mengarah kepada penanganan Covid-19 dan penguatan literasi masyarakat dengan melibatkan seluruh komponen, sebagaimana yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo.

"Saya berharap ada strategi dari seluruh instansi, dari seluruh daerah sampai ke tingkat kelurahan dan desa, bagaimana meningkatkan kepatuhan masyarakat agar sadar dan bukan karena dipaksa,” jelas Doni.

Pada kesempatan tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 juga memberikan dukungan kepada Pemprov Sumsel berupa masker KF94 sebanyak 10 ribu lembar, masker kain sebanyak 20 ribu lembar dan handsanitizer 4 liter sebanyak 25 jerigen. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID