Kalung Anti COVID-19 Ala Kementan Perlu Diuji, PAN: Kalau Tidak Benar Nanti 'Diolok' Orang - RILIS.ID
Kalung Anti COVID-19 Ala Kementan Perlu Diuji, PAN: Kalau Tidak Benar Nanti 'Diolok' Orang
Nailin In Saroh
Senin | 06/07/2020 10.29 WIB
Kalung Anti COVID-19 Ala Kementan Perlu Diuji, PAN: Kalau Tidak Benar Nanti 'Diolok' Orang
Ilustrasi Virus Corona. ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan, Saleh Partaonan Daulay, meminta Kementerian Pertanian untuk melakukan penelitian lanjutan atau uji klinik terkait dengan kalung antivirus corona yang hendak diproduksi. Pasalnya, hingga sejauh ini kalung anti COVID-19 tersebut disinyalir belum dapat dipastikan keampuhannya. Menurut Saleh, ada banyak peneliti dan lembaga penelitian yang masih meragukan temuan tersebut.

“Menurut saya, temuan itu masih perlu didalami lagi. Kementan harus melibatkan lembaga riset lain. Orang-orang belum yakin atas temuan itu. Jika banyak yang belum yakin, tentu belum tepat jika diproduksi massal," ujar Saleh kepada wartawan, Senin (6/7/2020).

Saleh menjelaskan, kalung tersebut dikatakan terbuat dari bahan eucalyptus yang mampu membunuh virus corona. Namun, virus corona yang dimaksud bukan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19. Karena itu, menurutnya, temuan ini belum bisa diklaim sebagai antivirus COVID-19.

“Saya sudah melihat dua contoh produknya. Saya diberi oleh teman. Bentuknya roll on dan balsem. Saya sudah coba dua-duanya. Modelnya seperti obat gosok. Kalau digosokkan ke leher atau kulit, rasanya sedikit panas. Baunya seperti minyak kayu putih," jelas Pelaksana Harian ketua fraksi PAN DPR itu. 

“Setelah mencobanya, saya tidak tahu apakah itu efektif sebagai antivirus corona atau tidak. Yang saya tahu, banyak peneliti yang masih meragukan. Merekalah yang paling bisa memberikan justifikasi terhadap temuan-temuan seperti ini," sambung Saleh. 

Jika benar kementan berhasil menemukan antivirus corona, kata Saleh, tentu ini merupakan satu temuan besar. Sebab diketahui, banyak negara yang sampai hari ini masih berusaha mempelajari dan mencari vaksin, obat, ataupun antivirus COVID-19. Jika para peneliti telah mengakui, dikatakan Saleh, Indonesia bisa berkontribusi dalam pemutusan mata rantai penyebaran virus corona secara global.

“Kalau benar, ini bisa menjadi temuan besar. Sebaliknya jika tidak benar, takutnya nanti kita diolok-olok orang. Makanya, sekali lagi, sebelum produksi massal, pastikan dan uji kembali. Libatkan sebanyak mungkin para ahli. Terutama mereka yang nyata-nyata masih meragukan," kata legislator Sumatera Utara itu menandaskan.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID