logo rilis
Kalteng Mantap Menuju Pertanian Organik
Kontributor

23 Agustus 2018, 21:43 WIB
Kalteng Mantap Menuju Pertanian Organik
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ingin mewujudkan mimpi memproduksi padi organik dalam skala besar.

Pemerintah setempat pun menyiapkan lahan seluas 300 ribu hektare yang diproyeksikan khusus sebagai pertanian padi organik untuk ekspor.

Tingginya permintaan padi organik di pasar dunia menjadikan komoditas ini mempunyai pangsa pasar yang luas.

"Saat ini, harga padi organik 6 dollar per kilogram atau sekitar 100 ribu rupiah per kilogram dan ini menguntungkan petani," ungkap Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Pertanian Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Indah Megawati di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Kita sudah swasembada, kebutuhan beras Indonesia sudah cukup. Kita beralih untuk ekspor. Intinya bagaimana bisa mensejahterakan petani melalui padi organik, imbuhnya.

Indah mengatakan, Kalteng merupakan salah satu provinsi yang ditetapkan Menteri Pertanian sebagai wilayah pengembangan padi organik seluas 40.000 hektare sebagai pilot project yang tersebar di 11 kabupaten salah satunya yang terluas ada di kabupaten Pulang Pisau seluas 13.350 hektare.

Penjabat Bupati Pulang Pisau, menyatakan optimasi lahan merupakan bukti dari keseriusan Pemerintah untuk mewujudkan Ketahanan pangan dan mengangkat kesejahteraan petani melalui program pengembangan padi organik di Kalteng.

"Ini menunjukkan besarnya potensi hasil dan lahan pasang surut di Kalteng untuk pengembangan pertanian organik," ungkapnya.

Kemudian, potensi lahan sawah di Kabupaten Pulang Pisau yang dialokasikan menjadi lahan sawah organik seluas 81.149 hektare.

Untuk tahun 2018 ini lahan yang dipersiapkan menuju lahan sawah organik seluas 17.350 hektare dengan rincian Musim Tanam April hingga September seluas 9.266 hektare dan musim tanam Oktober hingga Maret seluas 8.084 hektare.

Sementara itu, Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Kalteng, Dedy Irwandi, mengungkapkan mengembangkan pertanian organik adalah tren tuntutan untuk mengonsumsi makanan sehat seperti beras organik dan kebutuhannya bukan hanya bagi masyarakat domestik, tetapi juga dunia.

"Ini menjadi peluang yang harus dikembangkan apalagi potensi lahan pertanian di Kalteng masih sangat luas dan BPTP," katanya.

Kalteng juga siap mensukseskan program pengembangan padi organik di Kalteng melalui pengawalan teknologi budidaya dan penguatan kelembagan petani dan penyuluh.

Padi organik berarti bebas dari unsur kimia, sehingga untuk menjadikannya sebagai lahan produksi kembali perlu adanya pencucian lahan agar bebas dari unsur kimia, seperti pupuk urea dan lain-lain.

Ia mengatakan, saat ini Badan Litbang Pertanian-BPTP Kalteng telah mengembangan model Pertanian Bioindustri padi spesifik lahan pasang surut yang ramah lingkungan dan sangat sinergi dengan program pertanian padi organik.

Salah satunya adalah melalui pemanfaatan jerami dan limbah penggilingan padi untuk dijadikan kompos yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas lahan dan meningkatkan sumber hara Kalium, karena jerami berpotensi sebagai pengganti pupuk K anorganik (kimia), sekaligus meningkatkan efisiensi penggunan pupuk dan menjamin kemantapan produksi.

Sumber: Dedy Irwandi/Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID