logo rilis
Kalau Mal Dibuka, Yakin Mau 'Ngemal'? Begini Jawaban Masyarakat...
Kontributor
Elvi R
27 Mei 2020, 13:00 WIB
Kalau Mal Dibuka, Yakin Mau 'Ngemal'? Begini Jawaban Masyarakat...
Lapak PKL di sekitar Pasar Tanah Abang ramai pengunjung di tengah pandemi COVID-19, Jakarta. Foto: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah mulai menggaungkan new normal beberapa waktu belakangan. Istilah ini terdengar saat pemerintah mulai menyatakan akan berdamai dengan virus corona atau COVID-19. 

Tak main-main, persiapan new normal bahkan dilihat langsung oleh Presiden Joko Widodo, kemarin, Selasa (26/5/2020). Presiden Jokowi mengecek persiapan tersebut dengan menyambangi berbagai lokasi salah satunya Summarecon Mal Bekasi. 

Menurut Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat setidaknyar 60 mal akan kembali buka pada Jumat (5/6/2020) dan empat mal yang buka pada Senin (8/6/2020).

Lalu, apakah masyarakat benar-benar akan kembali ke mal dan menjalankan new normal? Tim rilis.id mencoba melakukan jajak pendapat. Dari 100 responden yang dimintai keterangan 81 persen mengaku tidak ingin ke mal untuk sementara waktu.

"Aku lebih milih kesehatan. Enggak penting-penting amad ke mal. Masih bisa belanja online," ujar Indah (28) salah satu masyarakat yang berprofesi sebagai dosen.

Meskipun dia telah mulai menjalani new normal dengan mulai  mengajar hari ini. Namun dia mengaku tak akan ke mal karena ketidakyakinannya akan kedisiplinan masyarakat lain untuk menaati protokol kesehatan dalam pencegahan COVID-19.

"Gini, orang Indonesia itu kalau ke Singapura pasti enggak berani rokok sembarangan karena ketat banget di sana, orang Indonesia enggak bakalan abai sama safety belt di Australia sekali pun penumpang di belakang karena mereka juga punya aturan yan ketat disana. Pun demikian di Jepang yang disiplinnya tinggi. Orang Australia ke Bali? Mereka santai aja bawa motor enggak pakai helm sama SIM. Karena regulasi di sini longgar. Dengan situasi spti ini artinya perilaku masyarakat itu juga bergantung pada kebijakan yang dikeluarkan dan ketegasan penerapannya," paparnya.

Beda halnya dengan Arif (29) yang mengaku akan ke mal kalau sudah dibuka. Dia meyakini memiliki imun yang kuat untuk menangkal virus corona. 

"Lagian corona belum tahu sampai kapan. Ke mal sekali-kali enggak apa lah," ujar laki-laki yang berprofesi sebagai honorer di salah satu kementerian ini.

Kendati demikian, dia pun masih melihat situasi terkini pada penyakit mematikan itu.

"Pinter-pinter jaga diri, takut ada gelombang selanjutnya." kata Arif

Beda Arif beda lagi dengan Septi (25) penulis konten yang hobi ngopi di kafe ini pun masih enggak bepergian ke mal. Dia mengaku masih takut dengan pandemi COVID-19. Kopi yang biasa dinikmati di kafe lebih baik dipesan secara online dengan berbagai aplikasi yang tersedia.

"Kan masih bisa pesan kopi dari aplikasi online, masih malas ke mal untuk sekedar kongkow," pungkasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID