Jurus Kemenparekraf Pulihkan Desa Wisata Usai Dilanda Corona - RILIS.ID
Jurus Kemenparekraf Pulihkan Desa Wisata Usai Dilanda Corona
Zulhamdi Yahmin
Senin | 06/07/2020 19.00 WIB
Jurus Kemenparekraf Pulihkan Desa Wisata Usai Dilanda Corona
Deputi Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Fadjar Hutomo. FOTO: Kemenparekraf

RILIS.ID, Jakarta – Pandemi virus corona atau COVID-19 membuat berbagai sektor kelabakan, termasuk pariwisata. Bahkan, sektor pariwisata menjadi salah satu yang paling terdampak dari virus tersebut. 

Pemberlakuan lockdown di sejumlah negara di dunia, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai wilayah di Indonesia turut memperparah dampak COVID-19 terhadap sektor pariwisata. 

Imbasnya, wisatawan menurun drastis yang pada akhirnya berdampak besar kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Sejumlah pegawai baik hotel, restoran, hingga maskapai penerbangan bahkan dirumahkan akibat pandemi tersebut. 

Namun, perlahan kini pemerintah kembali mulai menggeliatkan kegiatan ekonomi, termasuk pariwisata, meskipun pandemi belum benar-benar berakhir. Adaptasi kebiasaan baru pun harus diterapkan untuk kembali menggeliatkan pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

Kemenparekraf/Barekraf pun berupaya keras untuk kembali memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan berbagai program. Salah satunya menghidupkan kembali desa-wisata melalui program BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman). 

Keberadaan program BISA pun diyakini bisa menjadi persiapan bagi para pelaku parekraf dalam menghadapi era adaptasi kebiasaan baru. 

"Setelah empat bulan lamanya, para pelaku parekraf ini berhenti melayani wisatawan, sehingga butuh waktu agar mereka bisa kembali melayani dengan optimal dan jadi kesempatan menumbuhkan kembali harapan dalam diri mereka," kata Deputi Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Fadjar Hutomo, saat ditemui di Magelang, Senin (6/7/2020).

Dijelaskan Fadjar, program BISA ini merupakan kerja sama dari pemerintah daerah dan Balai Ekonomi Desa (Balkondes). Hal itu dilakukan demi memakmurkan kembali desa wisata sebagai elemen penting penopang destinasi wisata utama di Indonesia.

Peluncuran perdana program BISA ini dilakukan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ada sebanyak 20 desa wisata di Magelang yang terlibat dalam program tersebut. 

"Sebagai pembukaan pertama kalinya program BISA ini, kami pilih destinasi yang sudah lebih siap secara infrastruktur pariwisatanya agar lebih mudah untuk memberikan pengetahuan seputar protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh desa-desa wisata ini. Sebagai momentum peluncuran perdana program BISA di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini melibatkan sebanyak 20 desa wisata yang telah dinilai cukup siap mengimplemetasikan protokol kesehatan ketat yang jadi persayaratan utamanya," ungkap Fadjar.

Adapun 20 desa wisata di Kabupaten Magelang yang dilibatkan dalam program yakni Desa Wisata Candi Rejo, Wanurejo, Karangrejo, Borobudur, Karanganyar, Wringinputih, Giripurno, Giritengah, Sambeng, Ngadiharjo, Majaksingi, Bigaran. 

Kemudian Desa Wisata Kebon Sari, Ngargondo, Tanjungsari, Tuksongo, Ngargoretno, Banyu Biru, Ngawen dan Jamuskau.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID