Jokowi Korek Luka Lama Ahokers, Kenapa? - RILIS.ID
Jokowi Korek Luka Lama Ahokers, Kenapa?
Zulhamdi Yahmin
Senin | 13/08/2018 18.10 WIB
Jokowi Korek Luka Lama Ahokers, Kenapa?
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman

RILIS.ID, Jakarta – Kekecewaan pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019 terus menjadi perbincangan di media sosial.

Menurut peneliti dari Forum Studi Media dan Komunikasi Politik Indonesia (Formasi), Muhammad Taufik Rahman, hal itu wajar lantaran pilihan terhadap Ma'ruf itu seperti mengorek luka lama para pendukung Ahok, alias Ahokers.

"Tidak mudah bagi mereka (Ahokers) melupakan implikasi politik masa lalu, apalagi sampai memakan korban dengan dipenjarakannya Ahok. Di mata para pendukung tradisionalnya, ini justru mengorek luka lama," kata Taufik kepada rilis.id, Senin (13/8/2018). 

Taufik mengatakan, ekspresi kekecewaan para pendukung tradisional Jokowi, termasuk Ahokers, mulai nampak setelah nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang digadang-gadang bakal jadi cawapres tiba-tiba diganti Ma'ruf Amin. 

Keputusan itu, menurut dia, membuat para pendukung tradisional Jokowi bingung. Termasuk para pendukung Ahok yang dulu pernah bermasalah dengan Ma'ruf Amin. 

"Apa yang dialami Jokowi dan pendukungnya sebenarnya sama. Tidak mau lagi bersinggungan dengan persoalan SARA. Hanya saja, ini dianggap Jokowi sebagai komoditas politik untuk mengamankan suara," ujarnya.

Taufik menilai, dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres lantaran Jokowi ingin menghindari politisasi SARA yang dianggap akan dilakukan lawan politiknya. Namun, pilihannya itu justru membuat pendukung Ahok kecewa dan berpotensi tak memberikan suara di Pilpres 2019 nanti. 

"Layaknya pemilih tradisional, mereka biasanya militan. Tapi kadang-kadang bisa juga secara ekstrim berubah sikap.  Dalam konteks Jokowi melawan Prabowo, perubahan sikap dengan pindah dukungan juga agak berat bagi mereka. Jadi memilih golput saya kira hal yang wajar," paparnya. 

Editor Elvi R


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID