logo rilis
Jika Pasal Penghinaan Presiden Disetujui, Fahri Hamzah Nilai Jokowi seperti Penjajah
Kontributor

07 Februari 2018, 11:44 WIB
Jika Pasal Penghinaan Presiden Disetujui, Fahri Hamzah Nilai Jokowi seperti Penjajah
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, pasal penghinaan presiden yang akan dimasukkan dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum (RUU KUHP) merupakan warisan peninggalan dari Belanda. 

Fahri menjelaskan, warisan tersebut ditujukan untuk penghinaan kepada pemimpin-pemimpin kolonial, ratu Belanda, gubernur jenderal dan lain-lain. Artinya, ia menilai pasal tersebut memang digunakan bukan di Belanda, tapi di negara-negara jajahan. 

"Jadi kalau pasal ini hidup, itu sama dengan presiden itu menganggap dirinya penjajah dan rakyat itu yang dijajah," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (7/2/2018)

Ia menambahkan, masuknya pasal penghinaan presiden merupakan suatu kemunduran demokrasi. "Karena ini memutar balik jarum jam peradaban demokrasi kita jauh ke belakang. Mudah-murdhan Pak Jokowi paham bahwa ini kesalahan yang fatal," tegasnya. 

Sebagaimana diketahui, DPR RI tengah membahas RUU KUHP. Dalam RUU KUHP tersebut, pasal penghinaan kepada presiden dan wakil presiden dimasukan. Akibatnya, timbul pro dan kontra antara fraksi-fraksi maupun di eksternal DPR RI.

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID