logo rilis
Jelang Masuk Sekolah, DPR Minta Pemerintah Siapkan Skema Tahun Ajaran Baru
Kontributor
Nailin In Saroh
21 Mei 2020, 19:30 WIB
Jelang Masuk Sekolah, DPR Minta Pemerintah Siapkan Skema Tahun Ajaran Baru
Ilustrasi sekolah. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira meminta pemerintah mempersiapkan secara matang skema tahun ajaran baru. Mengingat waktu masuk sekolah yang akan segera tiba, terlebih bagi siswa didik baru.

"Situasi Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak agenda besar nasional terpaksa ditunda, digeser atau dijadwalkan ulang. Salah satunya adalah agenda tahun ajaran sekolah," ujar Andreas melalui pesan singkatnya, Kamis (21/5/2020).

Andreas mengungkapkan, hingga saat ini belum diketahui kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Untuk itu, politisi PDIP itu menilai Kemendikbud perlu mempersiapkan secara matang skenario pendidikan nasional untuk tahun ajaran baru.

"Sampai saat inipun pemerintah, dalam hal ini Gugus Tugas Nasional COVID-19 belum secara resmi mengumumkan akhir dari situasi wabah, dan kembali ke kehidupan normal, maka Kemendikbud sebagai penanggung jawab utama Pendidikan nasional perlu menyiapkan skenario agenda tahun ajaran baru," katanya.

Andreas memberkan dua alternatif skenario Kemendikbud untuk mempersiapkan tahun ajaran baru untuk pendidikan skala nasional. Pertama, skenario optimis. 

"Artinya wabah ini akan mereda di bulan Mei, sehingga jika Juni berakhir, maka Juli 2020 bisa dimulai tahun ajaran baru 2020-2021," jelasnya. 

Sementara skenario kedua, lanjut Andreas, jika wabah ini diprediksi mereda sekitar september-Oktober 2020, dan berakhir Desember, sehingga tahun ajaran baru dimulai Januari 2021.

"Untuk skenario pahit kita mulai dengan tahun ajaran baru. Artinya, ini kembali seperti sebelum 1979 dimana tahun ajaran dimulai pada setiap Januari," bebernya.

Menurut legislator asal Nusa Tenggara Timur ini, Kemendikbud juga harus mempersiapkan variabel kesehatan dalam menyusun skema tahun ajaran baru. Menurutnya, selain variabel pendidikan pemerintah juga perlu untuk memperhatikan variabel kesehatan dengan mempertimbangkan masukan dari gugus tugas nasional.

"Pertimbangan tahun ajaran baru dalam situasi pandemi ini memang tidak hanya menyangkut variabel pendidikan tetapi terutama juga harus memperhatikan variabel kesehatan. Sehingga keputusan Kemdikbud harus mendengar dan mempertimbangkan masukan dari Gugus Tugas Nasional COVID-19," pungkas Andreas. 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID