Jangan Coba Enggak Bawa SIKM, Anda Bisa-bisa Harus Putar Balik - RILIS.ID
Jangan Coba Enggak Bawa SIKM, Anda Bisa-bisa Harus Putar Balik
Elvi R
Kamis | 28/05/2020 08.43 WIB
Jangan Coba Enggak Bawa SIKM, Anda Bisa-bisa Harus Putar Balik
Polisi melakukan pengecekan terhadap pengguna kendaraan. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta – Polri melalui tim Operasi Ketupat 2020 akan memutarbalikkan kendaraan warga yang menuju Ibu Kota, namun tidak dapat menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM).

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memperpanjang waktu pelaksanaan Operasi Ketupat hingga 7 Juni 2020. Dalam mencegah arus balik pasca-Lebaran, polisi dibantu TNI. Petugas Dishub pun telah menyiagakan pos pemeriksaan berlapis untuk memeriksa warga yang hendak masuk atau keluar Jakarta.

Mereka yang akan masuk atau keluar Jakarta harus memiliki SIKM DKI Jakarta sebagaimana diatur dalam Pergub DKI Nomor 47 Tahun 2020. Bagi yang hendak masuk atau keluar Jakarta tanpa membawa SIKM akan diminta memutar balik kendaraannya.

"Mereka yang akan masuk atau keluar Jakarta tanpa membawa SIKM akan diperintahkan memutar balik," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Ramadan menjelaskan, jika dalam satu mobil terdapat penumpang lebih dari satu orang dan yang membawa SIKM hanya satu orang. Maka ada dua alternatif yang dapat dilakukan yaitu pembawa SIKM boleh turun tapi yang tidak membawa dilarang masuk Jakarta atau semuanya putar balik ke daerah asal.

Jika ada yang tetap memaksa masuk ke Jakarta tanpa SIKM, maka mereka harus menjalani karantina selama 14 hari di tempat yang sudah ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar dan/ atau Masuk Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Berdasarkan pergub baru itu, untuk bisa keluar masuk Jakarta, warga diharuskan membuat SIKM.

Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan SIKM untuk mencegah potensi terjadinya gelombang kedua penyebaran COVID-19 di Ibu Kota.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID