logo rilis
Jalan Terjal Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias
Kontributor
Nailin In Saroh
31 Januari 2018, 19:31 WIB
Jalan Terjal Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias
Anggota Komisi II DPR RI, Achmad Baidowi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Keinginan menjadikan Kepulauan Nias sebagai provinsi anyar nampaknya takkan terealisasi dengan mudah. Sebab, sampai kini pemerintah belum mencabut moratorium daerah otonomi baru (DOB) serta berimbas pada pembahasan dan pengesahan undang-undang terkait.

"Namanya saja sedang moratorium alias penghentian sementara pembentukan DOB. Gimana mau mengesahkan RUU, lah, wong kebijakan pemerintah adalah moratorium DOB," ujar Anggota Komisi II DPR RI, Achmad Baidowi, kepada rilis.id di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Sebagai informasi, DPR RI telah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Provinsi Kepulauan Nias, beberapa tahun silam. Adanya dinamika politik, membuat RUU itu batal diundang-undangkan. Tak lama berselang, pada 2014 di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diputuskan moratorium DOB.

Meski begitu, Awiek, sapaan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, memastikan Senayan bakal membahas regulasi terkait DOB, jika pemerintah sudah mencabut moratorium. "Untuk saat ini, tidak ada pembahasan RUU terkait DOB," tuntasnya.

Terpisah, sampai berita ini dimuat, pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum memberikan jawaban saat dihubungi. Rilis.id berupaya menghubungi Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono maupun Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Arief M Eddie.

Sebelumnya, Ketua Tim Khusus Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPPPKN), Apollo Lase, menyatakan, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dan silaturahmi ke sejumlah pihak, agar Kepulauan Nias bisa "naik kelas".

Beberapa pihak yang rencananya disambangi, ialah DPR RI dan Presiden Joko Widodo. Selasa (30/1) silam, telah mendatangi Gubernur Sumatera Utara Teuku Erry Nuradi dan mendapatkan dukungan.

Baca: Terus 'Bergerilya' Wujudkan Provinsi Kepulauan Nias

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID