Iuran BPJS Kesehatan Naik Hari Ini, Berikut Rinciannya... - RILIS.ID
Iuran BPJS Kesehatan Naik Hari Ini, Berikut Rinciannya...
Elvi R
Rabu | 01/07/2020 09.37 WIB
Iuran BPJS Kesehatan Naik Hari Ini, Berikut Rinciannya...
Kantor BPJS Kesehatan. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta – Tarif baru iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mulai berlaku hari ini, Rabu (1/7/2020).

Aturan mengenai kenaikan tarif program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Beleid tersebut diteken oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (5/5/2020).

Kenaikan kali ini berlaku untuk peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas I dan II. Sementara itu, kelas III tidak mengalami kenaikan iuran lantaran disubsidi oleh pemerintah.

"Untuk menjaga kualitas dan kesinambungan program Jaminan Kesehatan, kebijakan pendanaan Jaminan Kesehatan, termasuk kebijakan iuran perlu disinergikan dengan kebijakan keuangan negara secara proporsional dan berkeadilan serta dengan memperhatikan pertimbangan dan amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 7 P/HUM/2020," tulis aturan tersebut.

Rincian kenaikan

Lalu berapakah rincian kenaikan iuran BPJS per bulan?

Di dalam Perpres dijelaskan iuran JKN-KIS bagi peserta:

1. kelas I naik dari Rp 80 ribu jadi Rp 150 ribu per bulan.
2. Iuran peserta kelas II naik dari Rp 51 ribu menjadi Rp 100 ribu per bulan
3. PBPU dan peserta bukan pekerja jadi Rp42 ribu per bulan.

Namun pemerintah menyubsidi kepesertaan kelas III dengan alokasi dana sebesar Rp3,1 triliun ke BPJS Kesehatan.

Adapun skemanya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi 132,6 juta orang, yang terdiri dari 96,5 juta jiwa ditanggung pemerintah pusat dan 36 juta dibayarkan oleh pemerintah daerah.

Subsidi tersebut sejumlah Rp16.500 per orang sehingga peserta kelas III tidak mengalami kenaikan iuran, tetap per bulan sejumlah Rp 25.500 per orang. Jumlah kategori ini tercatat sebanyak 21,6 juta jiwa.

Kenaikan tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan yang tertuang dalam Perpres 75 Tahun 2019 yang putusannya dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA). Dalam perpres itu, setiap kelas dalam perpres tersebut mengalami kenaikan iuran kepesertaan menjadi Rp 160 ribu , Rp 110 ribu, dan Rp 42 ribu per bulan.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID