logo rilis
Irigasi Pintar Berbasis 'Internet Of Things'
Kontributor
Elvi R
30 Mei 2020, 16:37 WIB
Irigasi Pintar Berbasis 'Internet Of Things'
Irigasi pintar berbasis Intenet Of Things. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Perkembangan teknologi industri 4.0 sedang bergerak secara masif di berbagai bidang di antaranya di bidang industri dan ekonomi, tidak terkecuali juga di bidang pertanian. Teknologi 4.0 yang mengusung penggunaan sistem informasi berbasis internet dipercaya akan membawa industri dan ekonomi ke arah yang lebih efisien serta kompetitif.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam berbagai kesempatan juga telah menekankan mengenai datangnya era pertanian 4.0 ini. “Era Revolusi Industri 4.0 dicirikan dengan operasionalisasi sistem usaha pertanian berbasis Artificial Intelegence (AI), Internet of Things (IoT) serta Cyber Physical Systems (CPS),” ujar Fadjry di Manado, beberapa waktu yang lalu. 

Pengembangan teknologi pertanian modern 4.0 telah mulai diperkenalkan oleh Balitbangtan. Misalnya, teknologi sensor dan otomatisasi dalam bidang irigasi dan fertigasi yang telah dikenal di Indonesia terutama pada system rumah kaca terkendali.

Pada skala lapang, irigasi dan fertigasi juga telah dilakukan dengan menggunakan system kontrol otomatis berbasis mikrokontroler. Namun digabungkannya sistem tersebut dengan kontrol berbasis internet dan atau android baru mulai dilakukan, baik pada skala research ataupun prototype.  

“Balitbangtan melalui Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) pada tahun 2019 telah megembangkan teknologi irigasi cerdas (smart irrigation) berbasis Internet of Things (IOT).” Ungkap Kepala BBP Mektan, Agung Prabowo melalui keterangan tertulisnya. 

Pada teknologi ini dikembangkan sistem sensor pembacaan kondisi lahan berupa kondisi kadar air tanah dan lingkungan sekitar, serta system control untuk menyalakan/mematikan katup irigasi dengan menggunakan mikrokontroler yang dapat terhubung dengan web server.

Pemantauan data dan pengendalian dilakukan melalui internet oleh sebuah web server yang beralamat di www.smartfarming.litbang.pertanian.go.id.

“Sensor kelembaban tanah beserta data stasiun cuaca mini terbaca melalui perangkat keras mikrokontroler. Data ini direkam melalui jaringan internet ke alamat web server.” Lanjut Agung.

Pada server telah terprogram dua tindakan yang dapat dilakukan sebagai umpan balik. Pertama tindakan penyiraman otomatis apabila data komunikasi dengan server menunjukkan perlunya tindakan penyiraman sebagaimana telah diatur oleh pengguna berdasarkan nilai ambang batas pembacaan sensor kadar lengas tanah. 

Kedua, selain terprogram secara otomatis, web server juga menyediakan fitur penyiraman jarak jauh yang secara spontan dapat langsung di klik oleh pengguna dari lokasi yang berbeda.

Sistem kontrol berbasis internet dengan menggunakan web server ini memungkinan adanya pengembangan ke depan, ke arah fitur pengontrolan yang tidak hanya untuk penyiraman. Selain itu, untuk pemberian unsur hara dan pendeteksi kesuburan tanah serta terhubung secara spesifik dengan unsur pertumbuhan tanaman lainnya. Pada saat ini secara keseluruhan system ini lebih dikenal dengan istilah pertanian cerdas (smart farming system).

Sumber: Elita Rahmarestia/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID