logo rilis
IPB, Institut Perbankan Bogor atau Institut Publisistik Bogor?
Kontributor
RILIS.ID
08 September 2017, 17:10 WIB
IPB, Institut Perbankan Bogor atau Institut Publisistik Bogor?
Presiden Jokowi dalam acara Dies Natalis ke-54 Institut Pertanian Bogor. FOTO: Humas IPB

ENTAH, sebutan itu minor atau malah menunjukkan keunggulan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB). Atribusi yang beragam untuk IPB begitu banyak dan sudah menjadi jokes sejak lama. Ada juga yang menyebut Institut Pesantren Bogor karena baru kuliah satu minggu saja di sana mahasiswinya langsung berjilbab. Tapi sebutan itu tak masalah dan tersapu bersama angin.

Namun, ketika Jokowi datang dalam Dies Natalis ke-54 IPB dan melontarkan kritikan kepada alumni IPB lebih banyak barkarier di luar bidang pertanian, baru publik tersentak dan pendapat pun beragam. Bahkan Jokowi menyebut alumni IPB lebih senang bekerja di sektor perbankan. Presiden mengaku sudah mengecek ternyata direksi-direksi perbankan itu  banyak dari IPB  termasuk manajer-manajernya. "Terus yang mau jadi petani siapa?"

Baca Juga

Isu itu bukan barang baru. Saat IPB dipimpin Andi Hakim Nasution yang dikenal sebagai ahli statistika Indonesia ini, sudah menyebutkan beragamnya lulusan IPB yang merambah jenis bidang profesi dan pekerjaan adalah keunggulan. Toh, di IPB yang dipelajari bukan melulu pertanian karena di sana juga belajar ilmu kimia, biologi, fisika, manajemen, kedokteran hewan, statistik dan juga komunikasi sehingga banyak petinggi media nasional alumni IPB.

Beberapa jam setelah pidato, tanggapan atas kritikan Jokowi ditanggapi warganet cukup beragam. Tidak hanya mendukung pendapat sang Presiden tetapi justru banyak pendapat yang berbalik mengkritik Presiden.

Saya membaca, pendapat dari kelompok yang mendukung Jokowi lebih emosional ketimbang rasional. Bisa dicek dari akun-akunnya dan dapat dipetakan dengan mudah. Tetapi justru pendapat rasional yang konstruktif datang dari warganet yang mengkritik Presiden.

Misalnya akun Alumni IPB menulis, "Kemana ahli perbankan dari alumni lain? Alumni IPB semua bisa apalagi pertanian." 

Rifda Amarina, alumni IPB yang menjadi petani dan memiliki lahan di Maluku dan Banten bahkan membuat surat terbuka kepada Presiden Jokowi dalam salah satu bagian tulisannya menyebut, "Saya memahami mengapa tidak semua alumni IPB berkecimpung di sektor pertanian, karena pemimpin negeri ini terutama pemerintahan dalam kepemimpinan Bapak belum cukup berbuat sesuatu yang mendorong investasi di sektor pertanian mampu menyerap semua alumni IPB dengan gaji yang layak. Belum lagi kami sulit mengakses lahan pertanian."

Perdebatan warganet tentang alumni IPB menjadi terbuka dan tersebar masif. Sebuah perdebatan yang cerdas menurut saya karena publik menjadi tahu permasalahan yang sebenarnya. Karena persoalan tidak sepenuhnya ada di IPB.

Arkian, saya masih percaya dengan pernyataan almarhum Andi Hakim Nasution beragamnya profesi lulusan IPB adalah sebuah aset dan keunggulan. Tidak harus dipermasalahkan termasuk oleh Presiden sekalipun. Justru dari kritikan Presiden ini malah pemerintah yang harus berbuat untuk membuat kebijakan yang memihak sektor pertanian termasuk soal reforma agraria tidak cukup hanya seremonial membagi-bagikan sertifikat tanah.

Ohya, satu lagi julukan yang layak disematkan kepada IPB, Institut Politisi Bogor. Tidak disangkal sekarang ini di Senayan banyak juga anasir IPB yang menjadi politisi di berbagai partai. Bagaimana Pak Presiden? Bagaimana warganet? Apakah ini juga harus diperdebatkan?

 

Yayat R Cipasang, Redaktur rilis.id pernah kos di Gang Mexindo (Mexico Indonesia) dan kuliah di IPB


#ipb
#jokowi
#pertanian
#subsidi
#alumni ipb
#perbankan
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID