Insiden Guru Budi, Pramuka Ajak Stakeholder Rumuskan Solusi - RILIS.ID
Insiden Guru Budi, Pramuka Ajak Stakeholder Rumuskan Solusi
Tio Pirnando
Minggu | 04/02/2018 23.58 WIB
Insiden Guru Budi, Pramuka Ajak Stakeholder Rumuskan Solusi
Guru. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, menyesalkan insiden tewasnya Guru Seni Rupa SMA 1 Torjun Ahmad Budi Cahyono akibat dianiaya siswanya. Dia mengajak stakeholder berdiskusi dan merumuskan solusi jangka panjang, agar insiden serupa tak terulang.

"Kita harus memberikan jaminan, agar guru-guru kita dapat mengajar dengan tenang dan aman. Kejadian menyedihkan ini, tidak boleh terulang. Mari bersama kita rumuskan solusi jangka panjang," ujarnya via siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Minggu (4/2/2018).

Adhyaksa mengaku, dirinya tak percaya guru Budi tewas "di tangan" siswanya. Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, dia tergolong pendidik yang baik dan cukup mahir di bidang seni.

"Ia mampu melukis, memainkan berbagai alat musik, dan mengajarkan dengan penuh kesabaran kepada murid-muridnya," tuntas eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu.

Seorang siswa kelas XII SMA 1 Torjun, HI, diketahui menganiaya guru Budi di sekolah, Kamis (1/2) sore. Korban lantas pulang ke rumah dan mengeluhkan sakit di bagian leher.

Guru Budi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sampang hingga ke Rumah Sakit Umum Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur. Sayangnya, nyawanya tak tertolong. Dia dinyatakan meninggal akibat mati batang otak, setelah dicekik dipukul belakang lehernya oleh HI.

Pelaku sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Menurut siswa SMA 1, HI dikenal sebagai murid nakal dan dijuluki "pendekar".

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID