logo rilis
Innalillahi... Ketua Umum HMI Periode 1963-1966 Sulastomo Meninggal Dunia
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
13 Desember 2019, 17:00 WIB
Innalillahi... Ketua Umum HMI Periode 1963-1966 Sulastomo Meninggal Dunia
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Kabar duka menyelimuti keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ketua Umum PB HMI periode 1963-1966, Sulastomo, meninggal dunia. Ia meninggal pada pukul 11.04 WIB di RS Mayapada, Jakarta, Jumat (13/12/2019).  

"Telah berpulang ke rahmatullah Mas Sulastomo, Ketua Umum PB HMI 1963-1966," kata mantan Ketum PB HMI, Arief Rosyid kepada wartawan, Jumat (13/12/2019).

Almarhum Sulastomo rencananya akan disemayamkan di rumah duka yang berada di Jalan Ambon H 166 Perumahan Megapolitan Cinere, Depok, Jawa Barat.

"Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan dalam menerima takdir ini," ujar Arief.

"Semoga almarhum Mas Tom diampuni segala dosa dan kesalahannya serta diterima dan dilipatgandakan pahala seluruh amal ibadahnya serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya," sambungnya. 

Sulastomo yang lahir di Surabaya 80 tahun silam itu menyelesaikan studi di SMA Negeri I Surakarta pada 1957, kemudian melanjutkan ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan selesai pada 1964.

Gelar Master of Public Health diperolehnya dari University of Hawaii AS pada 1977.

Mas Tom, sapaan akrabnya, menjadi Ketum HM pada saat masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru. Saat itu PKI masih sangat getolnya ingin membubarkan HMI. 

Mas Tom memimpin HMI juga berbarengan dengan terjadi gerakan aksi Tiga Tuntutan Rakyat atau Tritura kepada pemerintahan Soekarno di tahun 1966.  

Ketika HMI ingin dibubarkan oleh Bung Karno, Mas Tom dalam posisi bertahan. HMI dianggap organisasi yang kontra revolusi dan berafiliasi dengan parpol yang berseberangan dengan Bung Karno.

Upaya pembubaran HMI didengungkan sendiri oleh Ketua Umum PKI DN Aidit melalui organ sayap dan underbow PKI. 

Pada kongres II Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) pada 28 September 1965 (3 hari sebelum G 30S PKI), DN Aidit mendesak Bung Karno membubarkan HMI.

DN Aidit bahkan menantang CGMI dengan kalimat “Jika tidak bisa membubarkan HMI, maka sebaiknya pakai sarung saja”. Di saat itulah CGMI terus bergerak untuk memprovokasi pembubaran HMI.  

Atas pembelaan umat Islam dan kerasnya perjuangan kader-kader, akhirnya HMI tidak dibekukan. Peran Menteri Agama saat itu, Saifuddin Zuhri, ikut meyakinkan Bung Karno agar tidak membubarkan HMI.

Setelah HMI gagal dibubarkan, seluruh petinggi PB HMI diterima Bung Karno di Istana Negara. Delegasi HMI itu dipimpin Katua Umum Sulastomo dan dihadiri Nurcholish Madjid, Mar’ie Muhammad, Ahmad Nurhani, Ecky Syahruddin, Firdaus Wajdi, dan lain sebagainya.

Tahun lalu, 2018, di hari ulang tahun kelahirannya mas Tom meluncurkan buku yang ditulisnya berjudul Sulastomo 80 Tahun Katur Ibu.

Selamat jalan Mas Tom... 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID