logo rilis
Ini Sosok yang Buat Bupati Sabu Raijua Terpilih Digagalkan MK dan PSU
Kontributor
Doni Marhendro Teguh
24 April 2021, 22:33 WIB
Ini Sosok yang Buat Bupati Sabu Raijua Terpilih Digagalkan MK dan PSU
Pengacara Adhitya Nasution. Foto: Istimewa

RILIS.ID, Tangerang Selatan— Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi diulang. Ini setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan hasil Pilkada 2020 yang dimenangkan pasangan calon nomor urut 2 Orient Patriot Riwu Kore dan Thobias Uly Orient Patriot Riwu Kore.

Orient terbukti memiliki dwikewarganegaraan sehingga didiskualifikasi dari pemilihan. Ia merupakan warga negara Amerika Serikat (AS).

MK pun membatalkan keputusan KPU bernomor 342/HK.03.1-Kpt.53/20/KPU-Kab/XII/2020 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua 2020 tanggal 6 Desember 2020.

Salah satu penggugatnya ialah Adhitya Nasution, kuasa hukum pemohon yang merupakan pasangan calon nomor urut 01 Nikodemus N Rihi Heke-Yohanis Uly Kale.

Meski sempat menolak untuk menangani kasus tersebut, Adhitya akhirnya berhasil membeberkan fakta-fakta soal Pilkada Sabu Raijua.

"Waktu itu awalnya saya menolak karena sudah lewat batas waktu, karena seingat saya rekan saya menghubungi saya setelah beberapa kasus di MK sudah diputusan sela. Setelah saya pelajari, kasusnya ternyata menarik untuk didalami," katanya, Sabtu (24/4/2021).

"Dengan dasar itu, kemudian saya putuskan untuk menerima kasus Pilkada Sabu Raijua dan membela kepentingan hukum paslon 01 yaitu Nikodemus dan Johanis," lanjut Adhitya.

Menurutnya, hal yang paling mencolok dan menjadi pembeda dalam Pilkada Sabu Raijua adalah adanya kelalaian KPU dalam memverifikasi paslon yang memiliki kewarganegaraan asing.

Hal itu, menurutnya, berakibat fatal karena dampaknya sangat luas terhadap hak yang diberikan pemilih. Pemilihan suara ulang (PSU) Pilkada Sabu Raijua dijadwalkan pada 7 Juli.

"Sampai dengan proses pemilihan, hal tersebut tidak pernah terungkap. Tentu ini sangat amat berbeda dari perkara pilkada yang telah lalu, yang mana biasanya saya hanya menangani perkara dengan kasus adanya politik uang, mobilisasi PNS dan lain sebagainya," jelasnya.

Selain Pilkada Sabu Raijua, Adhitya juga pernah menangani beberapa sengketa pilkada. Seperti Pilkada Kabupaten Pegunungan Bintang.

Ketika itu, dirinya mewakili Spei Bidana dan Piter Kalakmabin selaku pemenang pilkada yang digugat oleh pasangan petahana.

"Waktu itu menarik juga karena dengan persentase kemenangan kita yang 70 persen melawan 30 persen. Pihak incumbent tetap mengajukan gugatan di MK, namun hasilnya dalam putusan sela dinyatakan gugatan atau permohonan tersebut tidak dikabulkan," ungkapnya.

Adhitya mengaku terbiasa menangani perkara tipikor seperti menjadi kuasa hukum dalam tingkat peninjauan kembali (PK) mantan anggota DPRD DKI Muhamad Sanusi yang divonis 10 tahun. Hasilnya, PK dikabulkan sehingga hukuman turun menjadi tujuh tahun.

"Memang kasus tipikor paling sering saya tangani," ucapnya.

Adhitya sendiri mengawali karir sebagai Associate Lawyer pada salah satu Lawfirm di Jakarta Pusat tahun 2013. Ketika itu, dia lebih sering ditunjuk sebagai PIC untuk beberapa Corporate Lawyer oleh atasannya.

Lalu pada tahun 2016, Adhitya memutuskan berdikari dengan membuka kantor sendiri.

"Lebih banyak mengarahkan minat beracara di persidangan, terutama tindak pidana khusus. Meskipun dari beberapa case perdata juga ada," terangnya.

Ia mengungkapkan motivasinya menjadi lawyer karena sesuai dengan passionnya yang suka dengan hal-hal baru dan tak kaku. Terlebih jika melihat senior-seniornya di bidang hukum yang sudah malang melintang.

"Hal itu semakin memotivasi saya untuk lebih baik lagi dalam pelayanan hukum yang saya berikan," tandasnya. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID