Ini Sikap GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah Soal Pembubaran KKR Sabuga - RILIS.ID
Ini Sikap GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah Soal Pembubaran KKR Sabuga
RILIS.ID
Selasa | 14/02/2017 22.27 WIB
Ini Sikap GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah Soal Pembubaran KKR Sabuga

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyesalkan pembubaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Sabuga, Bandung, Selasa kemarin. Menurutnya, alasan pembubaran karena banyak persyaratan administrasi yang belum dipenuhi, hal tersebut seharusnya bisa diselesaikan dengan baik-baik oleh semua pihak.

"Terutama pihak pemerintah daerah, apalagi kegiatan KKR tersebut kabarnya setiap tahun memang diselenggarakan di tempat itu," katanya sebagaimana dikutip oleh Republika.co.id

Ia menerangkan umat beragama harus terbiasa dan membiasakan diri membangun dialog antar umat beragama. Selain itu, harus terbiasa berperilaku adil dan berkeadilan. Maka pemerintah harus berdiri menegakkan keadilan itu.

"Bagi saya terang Islam, bersikap tegas dan terang terkait dengan kebebasan beribadah dan keimanan orang lain," ujarnya.

Ia menegaskan, Islam tidak pernah memaksakan keimanan seseorang. Maka, pemaksaan dan pembatasan kebebasan beribadah sejatinya adalah bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Bahkan Rasullulah melarang umat Islam menyakiti umat lain. Sebab, mereka yang melakukannya kelak akan menjadi musuh Rasullulah di hari akhir.

Dikatakan dia, jangan sampai kebebasan beragama dan beribadah bagi umat beragama terganggu karena ketidakmampuan pemerintah daerah menjadi mediator dialog dengan berbagai pihak terkait pelaksanaan KKR. Kemudian, pihak kepolisian juga harus bersikap terang dan tegas bila ada yang bertindak anarkis dan mengancam maka harus ditindak dengan tegas.

Di tempat lain, Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas juga menyesalkan terjadinya peristiwa di Sabuga tersebut.

"Islam melarang penganutnya mengganggu ibadah agama lain. Jika ada yg mengganggu, tanyakan, nabi siapa yg mereka panuti?" tulis Yaqut dalam akun resmi Twitter-nya, @Ansor_Satu, Rabu (7/12/2016).

Bahkan ia menegaskan bahwa GP Ansor akan berperan aktif bersama aparat penegak hukum untuk menjamin terlaksananya hak ibadah warga negara .

"Sy perintahkah Banser lindungi saudara2 sebangsa yg akan menjalankan ibadahnya. Jk gangguan datang & aparat hanya diam, Banser turun tangan!" Kata Yaqut melanjutkan cuitannya tersebut.

Dharma Setya


Tags
#GP Ansor
#Ibadah Natal Dibubarkan
#Pemuda Muhammadiyah
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID