logo rilis
Ini Serius! 166 Ribu Personel Polri Siap Adang Pemudik, Termasuk yang Lewat Jalur Tikus
Kontributor
RILIS.ID
14 April 2021, 14:42 WIB
Ini Serius! 166 Ribu Personel Polri Siap Adang Pemudik, Termasuk yang Lewat Jalur Tikus
Personel Korlantas Polri siaga penuh untuk mengadang pemudik tahun ini. FOTO: Instagram NTMC Polri

RILIS.ID, Jakarta— Larangan mudik yang dilakukan pemerintah ternyata bukan sekadar imbauan semata, namun mendapatkan tindakan tegas dari jajaran terkait. Salah satunya adalah Polri.

Polri melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) telah menerjunkan ratusan ribu personelnya untuk mengadang para pemudik yang masih nekat mudik pada tahun ini.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono menyebut sedikitnya 166 ribu personel akan diterjunkan di 333 titik penyekatan dari Lampung hingga Bali.

"Tahun ini ada 333 titik penyekatan mulai dari Lampung hingga Bali. Saya jamin kendaraan yang melalui jalan tikus tidak akan bisa lolos, akan kita adang," katanya saat Launching SIM Nasional Presisi di Satpas Daan Mogot Jakarta pada Selasa (13/4/2021), yang dikutip dari Instagram NTMC Polri, Rabu (14/4/2021).

Istiono berjanji akan bertindak tegas kepada kendaraan gelap yang masih berani mengangkut penumpang untuk perjalanan mudik pada Lebaran 2021.

Sebab menurutnya, pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik pada lebaran tahun ini. Oleh karena itu, ia memastikan titik-titik penyekatan akan digelar lebih banyak daripada tahun lalu.

Selain itu juga pemudik dari Jakarta banyak yang menuju Purwokerto dan Banyumas. Bahkan jalur yang biasa dilintasi pemudik juga ada empat jalur, yakni jalur utara, tengah, selatan dan selatan-selatan.

"Itu banyak jalur tikus termasuk pecahannya itu lagi, termasuk Jawa Tengah harus kita saring lagi. Polres hingga polsek kita sekat semua. Ini nggak main-main penyebaran covid ini," tegasnya.

Untuk travel gelap yang masih memaksakan mengangkut pemudik juga akan ditindak tegas. Pihaknya memastikan akan menahan kendaraan travel gelap tersebut hingga lebaran usai.

"Ini serius, yang hanya bisa pulang hanya ada izin khusus, ada kepentingan. Tapi tetap tindakan yang kita ke depankan persuasif humanis, hanya putarbalik arah saja, itu sudah memberikan sanksi kepada mereka," ia menambahkan.

Terakhir, Kakorlantas berharap kesadaran masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyebaran Covid-19 dengan tidak melakukan perjalanan mudik.

"Kalau sama-sama kita bangun kesadaran masyarakat, dan kita kompak memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, insyallah pencegahan akan lebih mudah," pungkasnya. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID