logo rilis
Ini Sejumlah Capaian Kemhan di Pemerintahan Jokowi-JK
Kontributor

27 Desember 2018, 21:06 WIB
Ini Sejumlah Capaian Kemhan di Pemerintahan Jokowi-JK
Menhan Ryamizard Ryacudu. FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjabarkan sejumlah capaian kinerja kinerja di bidang pertahanan negara hingga akhir 2018 yang bertepatan dengan empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. 

Capaian program tersebut dimulai dari program membangun TNI yang profesional, pengamanan perbatasan, ikut serta mewujudkan perdamaian dunia, pembangunan industri pertahanan dalam negeri yang kuat, mandiri dan berdaya saing, hingga Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN). 

Pada November 2018 kemarin, Kemhan baru saja sukses menyelenggarakan pameran industri pertahanan terbesar se-Asia Tenggara, yakni Indo Defence Expo and Forum 2018. Selain itu, Kemhan juga berhasil meraih Anugerah Predikat Kepatuhan Tinggi 2018 kategori kementerian dari Ombudsman RI dengan nilai 101.

"Dalam  program membangun TNI yang profesional,  untuk pemenuhan kekuatan pokok minimum (MEF) hingga tahun 2018 mencapai 61,8 persen. TNI juga telah dilengkapi dengan berbagai jenis alutsista terbaru untuk semua matra," kata Menhan Ryamizard Ryacudu saat silaturahmi dengan media di kawasan Menteng Jakarta, Kamis (27/12/2018). 

Dalam peningkatan kesejahteraan, ujar Ryamizard, Kemhan telah membangun 241.441 unit rumah negara untuk prajurit. Kemudian untuk pengamanan perbatasan, Kemhan telah membangun Jalan Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP) dan Jalan Administrasi (JA) di Kalimantan sepanjang 999,5 kilometer.

"Untuk sarana dan prasarana perbatasan darat sudah dilengkapi dengan Pospamtas, Border Sign Post (BSP), dan Pilar Perbatasan," ujarnya. 

Sedangkan untuk program ikut serta mewujudkan perdamaian dunia, lanjut Ryamizard, Kemhan telah mengambil langkah dan inisiatif melalui penguatan kerja sama enam negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei dan Thailand, dalam kerja sama Our Eyes.

"Sampai dengan tahun 2018 ini, Indonesia telah mengirimkan 3.774 orang pasukan perdamaian dunia PBB," lanjutnya. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mengungkapkan, Kemhan juga mewujudkan program membangun industri pertahanan dalam negeri yang kuat, mandiri dan berdaya saing. 

Pasalnya, menurut dia, sebagian produk alutsista dalam negeri telah memiliki kualitas dan performa yang handal dan prima. Beberapa alutsista baru buatan dalam negeri itu juga telah memperkuat jajaran TNI, baik matra darat, laut dan udara. 

"Terakhir, untuk program pembinaan kesadaran bela negara, hingga tahun 2018 telah terbentuk 83,4 juta orang kader bela negara dari target 100 juta pada akhir tahun 2024.

Menurut Ryamizard, antusiasme masyarakat dalam kegiatan bela negara sangat tinggi. Hal itu, menurutnya, menjadi tantangan bagi Kemhan untuk meningkatkan perangkat pendukung pembinaan bela negara tersebut.

Sementara itu, untuk realisasi daya serap anggaran Kemhan dan TNI Tahun Anggaran 2018 sampai dengan 26 Desember 2018 telah mencapai 81,03 persen. Data dari Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan menunjukan bahwa Kemhan menempati urutan ke 52 dari 86 kementerian atau lembaga dalam peringkat realisasi belanja kementeria atau lembaga.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID