Ini Cara Cegah Korupsi di Kemenkeu Ala Sri Mulyani - RILIS.ID
Ini Cara Cegah Korupsi di Kemenkeu Ala Sri Mulyani
Nailin In Saroh
Senin | 09/12/2019 20.02 WIB
Ini Cara Cegah Korupsi di Kemenkeu Ala Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani. ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan cara untuk mencegah adanya tindak korupsi di wilayah Kementeriannya. Hal itu diungkapkannya bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia pada hari ini. 

Dia menyebutkan, banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan korupsi pada 15 tahun belakangan dilandasi beberapa faktor. Utamanya, karena sedikitnya pendapatan mereka sehingga terpaksa memilih korupsi untuk memenuhi kebutuhannya.

“Waktu itu Indonesia dipersepsikan sebagai negara yang korupsinya sangat sistemik dan struktural sehingga orang menganggap kalau enggak korupsi malah enggak bisa hidup,” ujar Sri Mulyani di Gedung KPK, Jakarta Senin (9/12/2019).

Namun, kata Sri, tindak kecurangan itu berkurang lantaran ada penambahan penghasilan bagi pegawai negeri. 

“Sekarang pejabat yang jujur itu mungkin. Kalau dulu enggak mungkin karena gajinya juga kecil untuk hidup sehingga jadi satu alasan untuk korupsi juga. Memang gajinya habis untuk satu minggu atau 10 hari,” sambungnya.

Kala itu, ungkap sri, pihaknya melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk mulai menyusun strategi dengan menginisiasi gerakan anti korupsi yang dimulai dari mengajak seluruh ASN mulai berbenah diri berani melawan korupsi.

Sehingga dalam rangka membentuk ASN anti korupsi, Kemenkeu mulai mendesain penghasilan yang layak bagi ASN agar mereka mendapatkan penghasilan yang layak yaitu melalui perbaikan penerimaan negara melalui pajak dan bea cukai.

“Reformasi 2005-2006 oleh Kemenkeu itu meningkatkan penerimaan melalui dua instansi yaitu bea cukai dan pajak. Meskipun kami tidak mungkin hanya melakukan di dua instansi tersebut, toh akhirnya kita melakukan reformasi keseluruhan,” tegasnya.

Bahkan, Sri Mulyani mengatakan pihaknya memiliki langkah lain seperti menumbuhkan integritas pada diri masing-masing ASN melalui pemberian pemahaman atau edukasi tentang tugas dan profesionalitas sesuai nilai-nilai Kemenkeu.

“Value terus disampaikan sekaligus diberikan contoh atau role model karena itu sangat penting bagi pembentukan ASN yang berintegritas,” jelasnya.

Selain itu, Kemenkeu juga menerapkan pembangunan sistem kepatuhan internal sebab membentuk ASN yang patuh sulit dilakukan sehingga pihaknya menggandeng KPK untuk turut membangun kepribadian pegawai.

“Membangun kepatuhan internal tidak mudah untuk instansi yang legacy korupsinya membudaya dan struktural. Kami mengimpor KPK agar ada break untuk dibangun integritasnya,” katanya.

Sri Mulyani pun menekankan integritas merupakan kunci utama dalam mengemban tugas sebagai ASN yang mengelola uang negara karena berbagai program pemerintah untuk mencegah tindakan korupsi hanya merupakan tambahan.

“Digaji berapa pun kalau digoda dengan miliar dan triliun, enggak akan ada. Jadi kalau ngomong cukup atau enggak cukup itu masalah tamak atau enggak tamak saja, integritas itu penting,” tandasnya. 

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID