logo rilis
Ini Alasan TNI Perlu Dilibatkan dalam Antisipasi COVID-19
Kontributor
Nailin In Saroh
29 Maret 2020, 11:30 WIB
Ini Alasan TNI Perlu Dilibatkan dalam Antisipasi COVID-19
Ilustrasi TNI. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin menilai perlunya pelibatan prajurit TNI secara lebih aktif dalam menghentikan penyebaran virus SARS-CoV-2 atau COVID-19 dan menanggulangi dampak dari penyebarannya. Menurutnya, TNI sebaiknya dilibatkan sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan dalam penanganan wabah COVID-19, bukan hanya sebatas pelaksana kebijakan semata.

Alasannya, kata dia, TNI mempunyai sumber daya yang melimpah untuk dimobilisasi secara cepat dan tepat sasaran. Namun tentunya perlu perencanaan yang matang dan koordinasi cepat antar wilayah.

"Dan organisasi TNI memiliki kemampuan (koordinasi  cepat ) itu karena sistem komando militer yang tegas dan terorganisir” ujar TB Hasanuddin dalam keterangannya, Minggu (29/3/2020).

Artinya, lanjut dia, TNI perlu menjadi salah satu aktor yang mengambil keputusan, agar proses penanganan COVID-19 dapat lebih responsif. 

Menurut Hasanuddin, penanganan dan pencegahan COVID-19 sudah masuk pada tingkatan ancaman terhadap keselamatan negara, dan solusinya memerlukan kecepatan dan ketepatan bertindak sehingga militer sudah saatnya dilibatkan lebih depan. 

Militer, kata dia, lebih terlatih dalam kondisi krisis termasuk bila ada hal-hal yang tak dikehendaki  ketika  dilakukan kebijakan lockdown atau karantina kesehatan lokal. 

"Misalnya saat dilakukan karantina, seluruh lapisan masyarakat harus taat pada ketentuan yang berlaku secara mengikat. Pendistribusian logistik pun harus tepat sasaran dan tepat waktu, dan pemeliharaan keamanan akan sangat tepat dipegang  oleh TNI dan Polri," jelasnya. 

Karena jika tidak tertib, kata Hasanuddin, bisa terjadi kekacauan apalagi kondisi ekonomi semakin tidak menentu seperti saat ini. "Point inilah yang kami usulkan untuk masuk dalam peraturan yang sedang dirumuskan oleh Pemerintah .“ paparnya.

Terkait dasar hukum pelibatan TNI dalam upaya penanganan COVID-19, Hasanuddin menegaskan bahwa TNI sudah memiliki mandat tugas OMSP (Operasi Militer Selain Perang) yang dapat saja di manfaatkan oleh Presiden untuk keselamatan bangsa dan negara tanpa harus memberlakukan darurat militer.  

“Mungkin bisa saja atas intruksi Presiden, Pangdam menjadi Komandan Satuan Tugas antisipasi COVID-19 di tingkat Provinsi dan Danrem/Dandim untuk tingkat kabupaten dan kota, dengan di bantu oleh kepala daerah dan kepala kepolisian setempat. Intinya adalah Presiden harus mengoptimalkan semua sumber daya negara yang ada ditangannya untuk menangkal COVID-19.“ tandas mantan perwira tinggi TNI AD ini. 

Hasanuddin juga mengungkapkan, Indonesia rentan terkena krisis ekonomi bahkan bisa terjadi chaos jika kebijakan karantina wilayah atau lockdown tidak diorganisir dengan baik. 

"Sektor ekonomi yang paling terpukul, kemungkinan terburuknya masyarakat bisa chaos, dan tidak hanya di Jakarta namun juga di luar Jakarta" jelasnya. 

Politisi PDI Perjuangan ini mengamati, meski pemerintah telah mengimbau untuk melakukan social distancing atau physical distancing namun masyarakat tak disipilin bahkan terkesan menyepelekan ancaman penyebaran COVID-19. 

"Tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak kelompok masyarakat yang belum memahami bahaya epidemi ini," kata Hasanuddin.  

Padahal, lanjutnya, berdasarkan data BNPB per 28 Maret 2020, sudah 1.155 orang positif terkena COVID-19 dan tersebar hampir di seluruh provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa masih belum optimalnya kinerja pemerintah pusat dan daerah. 

"Sehingga perlunya pelibatan TNI," tandasnya. 

Diketahui, pemerintah pusat saat ini tengah menyiapkan rancangan aturan mengenai karantina wilayah atau lockdown akibat mewabahnya virus Corona COVID-19, seperti yang disampaikan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD. 

Dalam Peraturan ini nantinya akan diatur kapan satu daerah boleh melakukan karantina wilayah atau lockdown. Apa syaratnya dan apa yang dilarang dilakukan serta bagaimana prosedurnya.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID