Ingin Merdeka dari Spanyol, Madrid Cegah Referendum di Barcelona - RILIS.ID
Ingin Merdeka dari Spanyol, Madrid Cegah Referendum di Barcelona

Sabtu | 30/09/2017 20.56 WIB
Ingin Merdeka dari Spanyol, Madrid Cegah Referendum di Barcelona
Peta Catalonia di Barcelona, Spanyol

RILIS.ID, Barcelona— Warga Catalans di Catalonia di dalamnya termasuk Kota Barcelona, Spanyol, Minggu (1/10/2017), akan menggelar referendum untuk memisahkan diri dari Negeri Matador. Polisi dikerahkan dan ribuan tempat pemungutan suara ditutup secara paksa. 

Seperti dilaporkan Aljazeera.com, pendukung referendum kemerdekaan di Catalonia telah mulai menduduki tempat pemungutan suara dalam sebuah upaya untuk memastikan pemungutan suara pada hari Minggu. Namun  muncul kekhawatiran, akan terjadi bentrokan antara polisi dan masa pendukung referendum.

Pemerintah Spanyol di Madrid telah mengirim ribuan bala bantuan polisi ke Ibu Kota Catalonia, Barcelona. Pengadilan memerintahkan polisi untuk mencegah penggunaan bangunan umum untuk pemungutan referendum.

Namun saat kelas berakhir pada hari itu, kelompok aktivis kecil, termasuk orang tua dengan anak-anak mereka dengan damai menduduki beberapa sekolah tempat pemungutan suara.

"Kami ingin memastikan sekolah terbuka untuk kegiatan (referndum)," kata Hector, seorang aktivis.

Kepolisian Catalonia telah memerintahkan personelnya untuk menutup tempat pemungutan suara pada pukul 6.00 pagi pada hari Minggu, sebelum pemungutan suara dimulai pada pukul 09.00 waktu setempat.

"Saya akan tidur di sini dengan putra sulung saya yang juga pelajar di sini," kata Gisela Losa, ibu tiga anak saat ditemui di Sekolah Dasar Reina Vionant di Gracia, Barcelona.

Pemerintah Spanyol mengatakan pada hari Sabtu (29/9/20170, polisi telah menutup 1.300 dari 2.315 sekolah di Catalonia yang disiapkan sebagai tempat pemungutan suara untuk referendum kemerdekaan yang dilarang.

Sumber pemerintah mengatakan 163 sekolah yang dialokasikan sebagai pusat pemungutan suara telah diduduki oleh keluarga. Madrid telah berulang kali memperingatkan mereka yang menggelar referendum melanggar konstitusi dan berdampak hukum.

Pada Jumat (28/9/2017) malam, sekira 10.000 pendukung referendum berkumpul di Placa d'Espanya Barcelona ??atau Spanish Square.

Pemimpin Catalans, Carles Puigdemont mengatakan terlepas dari berapa banyak orang yang benar-benar memberikan suara, jika mayoritas mengatakan "ya", dia akan mengumumkan kemerdekaan pada hari Selasa.

"Pada saat-saat yang sangat intens dan sangat emosional ini, kami merasakan bahwa apa yang dulu kami pikir hanyalah mimpi yang bisa dicapai," kata Puigdemont. "Pada hari Minggu, kita berkumpul untuk masa depan."


Tags
#spanyol
#barcelona
#madrid
#referendum
#catalans
#catalonia
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID