logo rilis
Inflasi Inti 2019 Capai 3,02 Persen, BPS Harapkan Adanya Pengendalian secara Tahunan
Kontributor
Elvi R
02 Januari 2020, 18:45 WIB
Inflasi Inti 2019 Capai 3,02 Persen, BPS Harapkan Adanya Pengendalian secara Tahunan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, inflasi inti 2019 berada pada kisaran 3,02 persen.

Melihat keadaan ini, Kepala BPS Suhariyanto mengharapkan adanya upaya pengendalian inflasi inti secara tahunan (year on year).

"Inflasi inti 3,02 persen, kita harus ekstra hati-hati supaya daya beli terjaga," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (2/1/2019).

Dia menjelaskan, inflasi nasional yang hingga akhir 2019 tercatat sebesar 2,72 persen merupakan pencapaian yang baik dalam satu dekade terakhir.

Meski demikian, kuatnya ekspektasi inflasi inti yang dipengaruhi faktor fundamental seperti interaksi permintaan penawaran maupun kurs harus menjadi perhatian tersendiri.

Pola tingkat inflasi inti pada 2019 ini juga mengikuti pola pada 2017 yang menguat di awal tahun, namun kemudian terus melambat dan tidak jauh dari realisasi tiga persen sepanjang tahun.

"Inflasi inti ini masih aman, tapi menjadi warning, jadi lebih baik jaga-jaga," kata Suhariyanto.

Sebelumnya, BPS mencatat laju inflasi nasional 2019 sebesar 2,72 persen, yang lebih banyak dipengaruhi oleh rendahnya inflasi harga diatur pemerintah (administered prices).

Dalam periode ini, inflasi harga diatur pemerintah hanya mencapai 0,51 persen, dengan inflasi harga bergejolak sebesar 4,3 persen dan inflasi inti sebesar 3,02 persen.

Secara keseluruhan, inflasi nasional 2019 ini merupakan pencapaian yang rendah dalam satu dekade terakhir karena terakhir kalinya inflasi dibawah tiga persen adalah pada 2009 sebesar 2,78 persen.

Bahkan, terakhir kalinya inflasi nasional mencapai angka dibawah 2,5 persen adalah pada 1999 yaitu sebesar 2,13 persen.

Berdasarkan tahun dasar penghitungan baru dengan komoditas dan bobot yang sama, maka inflasi nasional pada 2019 juga lebih rendah dari 2016 yang mencapai 3,02 persen.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID