logo rilis
Indonesia Negara Rawan Bencana, saatnya Pelajaran Geografi Menjadi Mata Pelajaran Wajib
Kontributor
RILIS.ID
03 Mei 2020, 20:55 WIB
Indonesia Negara Rawan Bencana, saatnya Pelajaran Geografi Menjadi Mata Pelajaran Wajib

Oleh:

Dr. Muzani. M.Si

Dosen &Ketua Laboratorium Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta, UNJ

Kalau terjadi bencana apakah itu gempa, tsunami, banjir dan lain-lain, baru manusia berfikir bagaimana cara melakukan upaya mitigasi agar risiko yang terjadi minimal. Tetapi setelah berlalu beberapa waktu, maka manusia kembali lupa memikirkannya, seolah-olah negara ini aman dari bencana. Berbicara mengenai kebencanaan, Negara Indonesia masuk kategori negara yang berada pada level kerawanan tinggi, baik bencana alam maupun bencana sosial. Potensi bencana alam yang dapat terjadi  berupa  bencana meteorologi  seperti banjir,  angin, longsor dan lain-lain serta bencana geologi berupa  gunung meletus, gempa dan tsunami.  Kondisi ini terjadi karena memang  tidak lepas dari letak  Indonesia secara geologi , di mana negara ini sebagian berada di Lempeng Eurasia serta berbatasan dengan lempeng Indo-Australia membuat negara ini memiliki wilayah gempa hampir sepanjang kepulauan Indonesia. Letak Indonesia dan bentuk muka buminya sangat dipengaruhi minimal oleh aktivitas tiga buah lempeng yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.  dan masuk dalam zona ring of fire. Manusia tidak bisa menghalangi, apalagi menghentikan bencana. Bencana adalah sesuatu yang given. Yang bisa dilakukan adalah upaya meminimalisir risiko yang akan terjadi. Oleh karena itu usaha-usaha untuk antisipasi agar risiko terjadi minimal harusnya tidak boleh berhenti dengan berhentinya bencana alam tersebut. Pemerintah harus berfikir terus menerus menyusun program yang bisa mengurangi dampak risiko yang akan terjadi.

Banyak aspek yang perlu dilakukan dalam upaya untuk mengantisipasi agar risiko yang terjadi tidak besar dampaknya. Salah satunya adalah dari aspek pendidikan. Di negara-negara maju perhatian pemerintah sangat besar pada masalah upaya mitigasi bencana. Banyak negara telah memasukkan materi kebencanaan pada mata pelajaran geografi, dan sekaligus menjadikan geografi adalah mata pelajaran wajib di sekolah.

Salah satu upaya yang sangat strategis adalah melalui Pendidikan Formal, akan tetapi saat ini Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah, belum secara eksplisit memuat Pendidikan kebencanaan. Materi Kebencanaan sudah diajarkan pada Mata Pelajaran Geografi di SMA/MA sebagaimana tertuang dibawah ini:

a. Kelas X yaitu Dinamika Geosfer dan Pengaruhnya terhadap Manusia.

b. Pada kelas XI telah ada materi kebencanaan dengan nama Mitigasi Bencana.

Tetapi tidak semua peserta didik mendapatkan mata pelajaran geografi, hanya di IPS saja yang wajib, di IPA sebagai lintas minat (tidak wajib), sedangkan di SMK tidak diajarkan. Kalau dibandingkan kondisi Pendidikan di negara maju dari dulu mewajibkan materi Geografi sebagai dasar wawasan setiap warga bangsa. 

Setelah meninjau kurikulum saat ini dan membandingkan dengan kurikulum pendidikan kebencanaan di negara lain, serta mempertimbangkan kondisi tingkat kerawanan bencana di Indonesia yang tinggi maka perlu ada solusi dan gerak cepat melakukan langkah-langkah untuk melaksanakan pendidikan kebencanaan ini. Hal yang penting tercakup dalam Pendidikan kebencanaan mencakup seputar: Pertama, memperkenalkan pengetahuan akan peluang terjanya bencana. Kedua, sejarah kejadian bencana yang terjadi. Ketiga, pengetahuan dan kesadaran akan bencana. Keempat dampak bencana pada manusia. Kelima penanganan yang harus dilakukan jika terjadi bencana.  Keenam upaya  penyelematan diri dari bencana. Tujuan dan harapan yang ingin didapat melalui pendidikan bencana adalah meminimalisisr resiko.

Untuk itu perlu penguatan Pendidikan Kebencanaan pada semua satuan dan jenjang pendidikan. Pelaksanakan kegiatan pelatihan dan simulasi Kebencanaan oleh Guru Geografi dan atau Guru Kelas pada tingkat Pendidikan Pra Sekolah dan Dasar. Tenaga pengajar atau Guru Geografi perlu dikuatkan dalam materi kebencanaan. selain itu melalui berbagai komunitas baik MGMP, Ikatan Geograf Indonesia, dan lain lain, perlu banyak memberikan pemutakhiran informasi terkait penanggulangan bencana melalui teknologi informasi. Materi Kebencanaan di Tingkat SMA/Sederajat diajarkan pada Mata Pelajaran Geografi untuk seluruh peserta didik dan pada tingkat SMP, Pendidikan Kebencanaan dapat masuk dalam mata pelajaran IPS, khususnya pada Kompetensi Dasar Manusia dan Lingkungan yang notabene merupakan bagian dari materi geografi. Pada tingkat SD dapat masuk kedalam tema lingkungan dan alam sekitar atau dapat dikembangkan menjadi tema tersendiri yaitu tema kebencanaan. Pada tingkat TK dan PAUD dapat masuk dalam aktivitas belajar dan bermain secara interaktif.

Oleh karena itu materi pendidikan kebencanaan akan perlu jadi misi Wawasan Nusantara melalui Mata Pelajaran Geografi Indonesia. Melihat urgensi dari pelajaran kebencanaan yang diajarkan dalam mata pelajaran geografi, maka saatnya pelajaran geografi menjadi mata pelajaran wajib yang diajarkan mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID