logo rilis
Indonesia Kembali Terima 1,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca
Kontributor
RILIS.ID
11 Juni 2021, 16:48 WIB
Indonesia Kembali Terima 1,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca
Sebanyak 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca tiba di Indonesia, Kamis (10/6/2021) malam. Foto: BPMI Setpres/Rusman

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Indonesia kembali menerima 1,5 juta dosis vaksin AstraZeneca secara gratis melalui kerja sama multilateral COVAX Facility, Jumat (11/6/2021).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menegaskan bahwa Indonesia terus berjuang mendorong kesetaraan vaksin Covid-19 bagi semua negara di dunia. Salah satunya adalah melalui forum multilateral COVAX AMC Engagement Group.

“Sebagai salah satu co-chairs COVAX AMC Engagement Group, Indonesia memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk terus memperjuangkan akses setara terhadap vaksin untuk semua negara,” ujar Retno dalam keterangan persnya dikutip dari laman setkab.go.id.

Saat ini, lanjut Retno, kesenjangan distribusi dan vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia masih sangat besar. Sekitar 2,2 miliar dosis vaksin yang telah disuntikkan, sebanyak 75 persen hanya berada di 10 negara maju dan hanya 0,4 persen yang diberikan di negara-negara berpenghasilan rendah.

Dari perhitungan persentase vaksinasi terhadap populasi, kawasan Amerika Utara telah memvaksinasi sebanyak 64,33 persen dari total populasi dan kawasan Eropa sebanyak 52,85 persen. Sementara kawasan Afrika baru mencapai 2,86 persen dan Asean 8,91 persen.

“Angka ini masih jauh dari target WHO yang mengharapkan setidaknya 10 persen penduduk di setiap negara telah divaksin pada bulan September dan 30 persen pada akhir Desember tahun ini,” papar Retno.

Untuk mengurangi tingkat kesenjangan tersebut, kata Menlu, COVAX AMC Engagement Group melalui COVAX Facility telah mendorong mekanisme dose-sharing atau berbagi vaksin. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Denmark, Belgia, dan Spanyol akan menyalurkan surplus vaksin yang dimiliki melalui COVAX Facility.

“Dengan mekanisme COVAX Facility ini, maka negara-negara tersebut menyumbangkan vaksin yang dimiliki, kemudian dikelola oleh COVAX Facility untuk dibagikan kepada negara lain yang memerlukan,” tambahnya.

Lebih lanjut Retno menyatakan bahwa pihaknya terus mendorong kesetaraan global. Indonesia juga menjadi salah satu co-sponsor dari proposal TRIPS Waiver atau penghapusan hak kekayaan intelektual untuk produk dan teknologi yang digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Pembahasan awal terhadap teks proposal ini di World Trade Organization (WTO), kemungkinan akan dimulai pada tanggal 17 Juni 2021. Kita semua berharap agar negosiasi terhadap proposal ini dapat diselesaikan dalam waktu cepat untuk membantu meningkatkan produksi dan distribusi vaksin secara signifikan,” tandasnya. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID