logo rilis
INDEF Dukung Pemerintah Kaji Kebijakan Jargas Satu Harga
Kontributor
Nailin In Saroh
14 Februari 2018, 14:34 WIB
INDEF Dukung Pemerintah Kaji Kebijakan Jargas Satu Harga
FOTO: Humas ESDM

RILIS.ID, Jakarta— Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) sedang mengkaji kebijakan gas satu harga untuk jaringan gas (jargas) rumah tangga. Pasalnya, apabila BBM dan listrik bisa satu harga maka harga gas juga diharapkan bisa satu harga. Bahkan hal itu sudah disetujui DPR.

Peneliti dari The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah menilai, kebijakan jargas satu harga bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, penduduk di seluruh wilayah Indonesia bisa merasakan harga yang sama.

"Kalau satu harga otomatis ada benefit dimasyarakat. Ada sebuah keadilan, itu akan mereduksi misalnya kecemburuan antar daerah," ujar Rusli di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Namun, Rusli terlebih dulu ingin mengetahui rincian cost produksi tersebut. Juga motif pemerintah mengeluarkan kebijakan itu agar tidak ada kecurigaan.

"Karena riilnya kan kita enggak tau spesifikasi ongkos produksi. Kalau benar lebih murah ya terus. Tapi kan sampai saat ini DPR dan Pemerintah belum mengeluarkan semacam rincian ongkos produksinya. Sehingga timbul dugaan kebijakan populis," katanya.

Karenanya, menurut Rusli, jika DPR dan pemerintah akan melakukan kajian maka kajian tersebut harus mendalam terutama teknis. 

"Dan implikasi kepada anggaran negara karena kembali lagi ke penerimaan. Karena pertumbuhan ekonomi baru 5,07 persen. Otomatis akan stagnan," tutupnya.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID