logo rilis
Inalum Bakal Sikat 51 Persen Saham Freeport
Kontributor
Nailin In Saroh
29 Januari 2018, 19:13 WIB
Inalum Bakal Sikat 51 Persen Saham Freeport
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— PT Indonesia Asahan Aluminium Persero (INALUM) mengaku sanggup mengambil alih aset PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 51 persen. Meskipun, realitas kepemilikan saham PTFI kondisinya cukup kompleks, lantaran memiliki keterkaitan dengan pihak lain.

"Jadi enggak usah khawatir yang diambil sahamnya 51 persen," ujar Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, di ruang rapat Komisi VI DPR RI Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (29/1/2018).

Terkait detail saham, Budi belum bisa menjabarkannya ke publik. Sebab, masih dalam proses negosiasi dengan pihak terkait.

"Mengenai detail kepemilikan seperti apa, struktur transaksinya seperti apa, kami belum bisa cerita, karena memang kita masih proses. Karena itu tadi, teman-teman enggak usah khawatir karena tujuannya kita mau ambil 51 persen saham," katanya.

Pengambilalihan saham PTFI oleh Inalum dipastikan bakal berjalan mulus. Pasalnya, Inalum akan bernegosisasi langsung dengan perusahaan tambang Inggris, Rio Tinto. Freeport McMoRan Inc., induk usaha PT Freeport Indonesia, tidak akan turut campur dalam negosiasi Inalum dan Rio Tinto.

Saat ini, Rio Tinto memiliki hak partisipasi 40 persen di Freeport Indonesia. Sementara, Inalum berencana untuk mengambil alih 40 persen saham partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia.

CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan, rencana pembelian hak partisipasi akan dikonversi menjadi saham tersebut, termasuk valuasinya.

Menurutnya, Freeport-McMoRan sebagai mitra usaha patungan Rio Tinto, hanya bertindak sebagai fasilitator.

"Itu hak partisipasi yang terpisah dari milik kami. Kami memfasilitasi prosesnya, tetapi itu jadi bagian dalam negosiasi di mana kami tidak memiliki kontrol di dalamnya," katanya dalam conference call yang digelar Kamis (25/1).

Meskipun tidak terlibat langsung, Adkerson menyatakan proses negosiasi berlangsung progresif. Menurutnya, hal itu didasari kesadaran pemerintah bahwa operasi pertambangan Freeport harus terus berjalan.

Pembelian hak partisipasi Rio Tinto dalam rangka memenuhi kewajiban divestasi 51 persen Freeport Indonesia, akan mengurangi dampak langsung terhadap secara signifikan. Pasalnya, dengan mengambil hak partisipasi Rio Tinto yang rencananya dikonversi menjadi saham, Freeport-McMoRan hanya perlu melepas sedikit sahamnya.

Melalui kerja sama dengan Freeport-McMoRan yang diteken pada 1995, Rio Tinto ikut berinvestasi dalam pengelolaan Tambang Grasberg di Papua dengan hak partisipasi sebesar 40 persen.

Hingga akhir 2021, Rio Tinto memiliki hak 40 persen apabila produksi mineral Freeport Indonesia mencapai level tertentu. Setelah itu, jatah 40 persen tersebut akan dihitung dari seluruh produksi atau pendapatan Freeport Indonesia.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID