IMF Datang, Fadli Zon: Utang Indonesia Makin Banyak - RILIS.ID
IMF Datang, Fadli Zon: Utang Indonesia Makin Banyak

Selasa | 27/02/2018 17.48 WIB
IMF Datang, Fadli Zon: Utang Indonesia Makin Banyak
Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde, bersama dengan Menkeu Sri Mulyani, di Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Nailin In Saroh

RILIS.ID, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, berkeyakinan, utang Indonesia bakal kian banyak seiring kehadiran International Monetary Fund (IMF). IMF dan World Bank dijadwalkan menggelar pertemuan tahunan di Bali, Oktober 2018.

"Kita, kan, katanya mau berdaulat, Nawacita. Dengan kita berutang, kita sudah bergantung kepada orang lain, dan kemudian harusnya kita berdaulat secara ekomomi dan politik. Tapi, kenyataannya kita makin berutang dan tergadai. Dan itu, harus ada syarat-syarat. Harus ini, harus itu," ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Diketahui, Managing Director IMF, Christine Lagarde, sudah tiba di Jakarta. Kunjungan tersebut untuk menghadiri High Level International Conference bertema "New Growth Models in a Changing Global Landscape", bagian dari acara Voyage to Indonesia. Dia juga sempat berkomentar senang bisa datang ke Tanah Air dan bangga dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca: IMF Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menunjukkan Tren Positif

Fadli pun berkeyakinan, ada agenda liberalisasi dengan di balik kehadiran IMF kali ini. Dia membandingkan dengan pengalaman 20 tahun silam. Kerusuhan Mei 1998, katanya, dipicu permintaan IMF agar Indonesia mencabut subsidi.

"Tanggal 4 Mei 1998 minta subsidi dicabut, sehingga waktu itu harga minyak tanah naik sampai 71 persen. Demo di mana-mana. IMF trigger kerusuhan Mei. Kok, sekarang IMF di pemerintahan Jokowi dipuji-puji, seperti 'pahlwan kesiangan' dan tidak ada gunanya," tuntasnya.

Sebagai informasi, utang luar negeri (ULN) Indonesia atau menjadi US$352,2 miliar pada 2017 atau naik naik 10,1 persen dibanding 2016. Peningkatan didorong kenaikan utang publik, pemerintah dan bank sentral sebesar 14 persen atau menjadi US$180,662 miliar. Ini berdasarkan Statistik ULN Kuartal IV 2017 yang diumumkan Bank Indonesia, Senin (19/2) lalu.

Baca: Utang Luar Negeri 2017 Capai US$352,2 Miliar

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID