logo rilis
Usai Diperiksa Lima Jam, Idrus Marham Resmi Ditahan KPK Petang Ini
Kontributor

31 Agustus 2018, 19:19 WIB
Usai Diperiksa Lima Jam, Idrus Marham Resmi Ditahan KPK Petang Ini
Idrus Marham Ditahan KPK. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Eks Menteri Sosial Idrus Marham akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Usai menjalani pemeriksaan selama lima jam, pria yang pernah menjabat sebagai Sekjen Partai Golkar itu keluar lobi KPK dengan rompi oranye.

Idrus sendiri mengaku sudah menduga akan ditahan oleh KPK hari ini. Ia menyadari, ada risiko penahanan setelah terjadi tersangka. Meski begitu, Idrus menegaskan tetap menghormati proses hukum di KPK.

"Setelah jadi saksi kemudian jadi tersangka, pasti ada penahanan dan saya sudah katakan semua saya ikuti tahapan-tahapan ini dan semua saya hormati semua langkah-langkah yang diambil," ungkapnya usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jumat (31/8/2018).

Saat disinggung mengenai perannya di kasus ini, Idrus belum mau menjelaskannya. Sebab, hal-hal tersebut belum ditanyai oleh penyidik lebih dalam lagi di pemeriksaan perdananya hari ini.

"Saya tidak bicara masalah itu. Biar nanti penyidik yang menyampaikan dan hari ini memang adalah merupakan pemeriksaan perdana saya sebagai tersangka dan tentu biasanya ada hal-hal yang sifatnya umum," tegasnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Idrus ditahan selama 20 hari pertama di penjara KPK. "IM ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di K4," kata Febri.

Dalam kasus ini, Idrus ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia diduga bersama-sama Eni diduga menerima hadiah atau janji dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo. 

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait dengan penerimaan uang oleh Eni  dari Kotjo, yakni sekitar November-Desember 2017 sebesar Rp4 miliar dan Maret-Juni 2018 sekitar Rp2,25 miliar. 

Tak hanya itu, Idrus pun diduga menerima janji mendapatkan bagian yang sama seperti jatah Eni Saragih sebesar US$1,5 juta dari Kotjo. Uang itu akan diberikan bila Idrus berhasil membantu Kotjo mendapat proyek PLTU Riau-1 senilai US$900 juta. 

Idrus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) atau Pasal 56 ke-2 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID