logo rilis
ICW Nilai Setya Novanto Seharusnya Dihukum Seumur Hidup
Kontributor

25 April 2018, 11:53 WIB
ICW Nilai Setya Novanto Seharusnya Dihukum Seumur Hidup
Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, vonis 15 tahun kepada terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto tidak cukup untuk membuatnya jera. 

Menurut peneliti ICW Tama S Langkun, sepatutnya bekas Ketua DPR RI itu divonis pidana seumur hidup atas perbuatannya dalam perkara korupsi e-KTP.

"Setya Novanto sudah sepatutnya dijatuhi vonis maksimal, mengingat perilakunya yang tidak kooperatif sepanjang proses hukum, vonis ini dikhawatirkan tidak menjerakannya, dan dapat menjadi presiden buruk bagi terdakwa korupsi lainnya," kata Tama, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Tak hanya itu saja, ia menilai pidana tambahan berupa uang pengganti yang dijatuhkan terhadap Setya Novanto juga tidak merepresentasikan jumlah kerugian negara yang terjadi akibat korupsi e-KTP yaitu sebesar Rp2,3 triliun. Sehingga, pidana tambahan uang pengganti yang dijatuhkan terhadap Setya Novanto hanya sekitar 22,69 persen dari total keseluruhan kerugian negara akibat korupsi itu.

"Putusan hakim untuk tidak menghukum Setya Novanto dengan pidana maksimal seumur hidup, sangat disayangkan, mengingat yang bersangkutan sudah secara terang-terangan bersikap tidak kooperatif sepanjang proses hukum," paparnya.

Namun demikian, Tama mengapresiasi pertimbangan hakim untuk mengabulkan tuntutan jaksa dan menjatuhkan putusan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Setya Novanto. Ini mengingat untuk sedikit menambah efek jera untuk Novanto.

"Penjatuhan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik masih jarang diterapkan terhadap terdakwa perkara korupsi. Contoh beberapa terpidana perkara korupsi yang juga dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik antara lain, mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Ketua MK, Akil Mochtar, mantan Kakorlantas, Irjen Pol Djoko Susilo, dan mantan Ketua DPD, Irman Gusman," paparnya.

Sebelumnya, Setya Novanto divonis pidana penjara selama 15 tahun penjara oleh majelis hakim tindak pidana korupsi. Ia juga dikenakan denda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Setya Novanto pidana penjara 15 tahun denda Rp500 juta subsider 3 bulan," kata ketua Majelis Hakim Yanto di pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Selasa (24/3/2018).

Menurut hakim, Setya Novanto telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi untuk menguntungkan diri sendiri maupun orang lain. Untuk itu ia terbukti memenuhi unsur pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1.

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID