Hotma: Paulus Tanos Pernah Diancam Seseorang Terkait Proyek e-KTP - RILIS.ID
Hotma: Paulus Tanos Pernah Diancam Seseorang Terkait Proyek e-KTP

Kamis | 01/02/2018 12.15 WIB
Hotma: Paulus Tanos Pernah Diancam Seseorang Terkait Proyek e-KTP
Terdakwa Korupsi e-KTP Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta – Pengacara Hotma Sitompul mengatakan, kliennya yakni Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos pernah diancam oleh seseorang berkaitan dengan kasus kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). 

Mulanya, Ketua Majelis Hakim Yanto menanyakan ihwal pengalaman Hotma Sitompul mendampingi proses hukum Paulus Tanos. Kemudian Hotma menjawab dengan lugas hal itu dalam sidang lanjutan dugaan korupsi e-KTP di pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta dengan terdakwa Setya Novanto, Kamis (1/2/2018).

"Suatu malam Paulus dengan keluarganya datang ke rumah saya dan mengatakan rumahnya diserbu banyak orang. Oleh karena itu, dia minta bantuan saya," kata Hotma.

Saat ditanya lebih detail lagi oleh hakim, Hotma mengatakan Paulus kala itu menyebut nama seseorang pengancam keselamatannya. Namun Hotma enggan mengungkapnya dalam sidang.

"Seingat saya dia memperkirakan ada kaitannya dengan kasus e-KTP ini. Lalu disebut satu nama, karena ini dugaan saya keberatan disampaikan di sini," ujarnya.

Sejak saat itulah, lanjut Hotma, Paulus tidak pernah menghubunginya, lantaran yang bersangkutan sudah pindah ke Singapura.

Jauh sebelumnya, PT Sandipala Artha Putra pernah bermasalah. Ia dituduh melakukan penipuan dan penggelapan dana pembayaran kebutuhan 100 juta chip untuk blanko e-KTP pada tahun 2012 silam.

PT Sandipala Artha Putra sendiri adalah salah satu‎ anggota Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) memenangkan lelang proyek E-KTP. PT Sandipala Artha Putra bersama dengan PT Sucofindo, PT LEN Industri, dan PT Quadra Solution ‎masuk dalam konsorsium itu.

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID