logo rilis
Hobi Makan Mi Instan, Begini Cara Mengolahnya agar Dapatkan Gizinya
Kontributor
Ning Triasih
10 September 2018, 21:03 WIB
Hobi Makan Mi Instan, Begini Cara Mengolahnya agar Dapatkan Gizinya
ILUSTRASI: Pixabay

RILIS.ID, Jakarta— Bagi orang Asia apalagi Indonesia, mi instan bisa dibilang menjadi makanan fovorit. Selain murah, mi instan adalah alternatif tercepat mengisi perut di kala lapar melanda karena gampang diolah.

Masalahnya, ahli kesehatan menganjurkan agar mengurangi konsumsi mi instan. Pasalnya, makanan yang satu ini tergolong kurang sehat.

Namun, menurut Dokter Marudut, pakar kesehatan gizi dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II seperti dilansir dari unggahan Instagram Selalu Sehat, mi instan bisa disulap jadi makanan sehat asalkan diolah dengan benar.

Seperti diketahui, mi instan adalah makanan yang hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat bagi tubuh dan tidak menyediakan asupan gizi lainnya. Penyebabnya, bahan dasar mi instan hanya berupa tepung terigu.

Artinya, jika mengonsumsi mi instan tanpa campuran bahan-bahan apapun, maka akan kekurangan berbagai nutrisi lainnya yang sebenarnya sangat dibutuhkan tubuh. Karena alasan inilah, mi instan selalu dicap sebagai makanan yang tidak sehat.

Marudut sendiri mengungkapkan, meski mi instan itu sendiri pada dasarnya sudah terasa lezat, ada baiknya Anda memperhatikan asupan gizi seimbang atau variasi makanan. Ia pun menyarankan agar menambahkan bahan makanan lainnya layaknya sayuran, telur, ikan, hingga daging ayam agar saat mengkonsumsi mie instan, Anda juga bisa mendapatkan nutrisi berupa serat, protein, mineral, dan vitamin, selain karbohidrat dalam mi instan itu sendiri.

Menariknya, sebenarnya cara penyajian mie instan yang digambarkan dalam kemasan, yakni berupa mi yang selalu dipenuhi dengan lauk pauk layaknya sayur, telur dan daging, merupakan rekomendasi dari penyajian mi instan itu sendiri.

Tujuannya agar setiap penikmat mi instan bisa mendapatkan berbagai macam nutrisi yang baik bagi tubuh. Sayangnya, karena merasa terlalu repot dan sayang mengeluarkan uang untuk membeli bahan-bahan pelengkap tersebut, akhirnya kebanyakan orang langsung mengkonsumsi minya saja.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)