logo rilis
Himni Sumut Desak Pemerintah Siapkan RS Rujukan Covid-19 di Nias
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
02 April 2020, 18:40 WIB
Himni Sumut Desak Pemerintah Siapkan RS Rujukan Covid-19 di Nias
Ketua DPD Himni Sumut, Turunan Gulo

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (Himni) Sumatera Utara, Turunan Gulo, SP, MSP, mendesak kepada pemerintah untuk menyediakan rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Kepulauan Nias. 

Desakan itu disampaikan Turunan menyusul adanya insiden penolakan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 RSUD Padangsidimpuan, Sumatera Utara. 

Padahal, menurut Turunan RSUD Padangsidimpuan merupakan satu dari lima rumah sakit di Sumut yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai rujukan penanganan Covid-19.

"Kalau RS tersebut sudah main tolak dengan alasan tak siap, bagaimana nasib warga Kepulauan Nias yang sama sekali belum punya RS rujukan pasien Covid-19?" kata Turunan dalam keterangan tertulisnya kepada Rilis.id, Kamis (2/4/2020). 

Turunan mengatakan, adalah hal yang sulit membawa pasien PDP, apalagi positif Covid-19 dari Nias ke daratan Sumut. Sehingga, menurutnya, pihaknya merasa khawatir dengan tidak adanya RS rujukan Covid-19 di Nias. 

"Sebuah pertanyaan serius layak diajukan, apa saja kerja Gubernur Sumut yang merupakan perwakilan pemerintahan pusat? Kenapa terkesan diam dan tidak gesit?" tanya dia. 

Turunan mengaku, pihaknya belum mengetahui dan mendengar penjelasan terkait skema apa yang akan dilakukan pemerintah dalam penanganan pasien Covid-19 di Nias. Pihaknya, kata dia, hanya mendengar adanya pengiriman 150 alat pelindung diri (APD) ke wilayah tersebut. 

"Tapi, belum mendengar info apakah di sana sudah disiapkan Covid-19 tes kit atau minimal rapid test. Bagaimana memastikan di sana belum ada yang positif kalau belum pernah dites. Belum lagi, persiapan ruang isolasi dan segala macam yang berhubungan dengan penanganan pasien Covid-19," jelasnya.

Menurut dia, para pimpinan daerah se-Kepulauan Nias juga belum menunjukkan usaha yang amat serius untuk menghadirkan satu RS rujukan. Padahal, menurutnya Covid-19 adalah persoalan serius yang menyangkut nyawa manusia. 

"Kalau diam, acuh, lalai, maka siap-siap saja orang berstatus PDP, apalagi positif Covid-19 di Kepulauan Nias, akan mati mengenaskan tanpa usaha penyembuhan yang serius dan komprehensif," tandasnya. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID