Heru CN: Saya Akan Lebih Tegas dari Ahok - RILIS.ID
Heru CN: Saya Akan Lebih Tegas dari Ahok

Senin | 10/07/2017 17.14 WIB
Heru CN: Saya Akan Lebih Tegas dari Ahok
Heru CN, bakal calon wali kota/wakil wali kota Bekasi 2018-2023. FOTO: Istimewa

Sejumlah nama bakal calon (balon) wali kota/wakil wali kota Bekasi pada Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang mulai bermunculan. Salah satunya Heru CN, atau biasa dipanggil Heru Kumis, yang saat ini menjabat sebagai Penasihat DPP BM PAN dan Instruktur Nasional DPP PAN.

Pria kelahiran Jakarta, 3 September 1968, ini memang telah mendaftar sebagai calon kepala daerah Kota Bekasi periode 2018-2023. Ketua DPD PAN Kota Bekasi, H. Fathur R. Duata, sendiri mengatakan, pihak DPD PAN akan serius mendukung Heru jika ia lolos seleksi penjaringan balon wali kota/wakil wali kota yang ketat di PAN. Terlebih, jika Heru memang mendapat dukungan dari para pengurus, kader, simpatisan PAN, dan seluruh masyarakat di Kota Bekasi.

Kota Bekasi merupakan salah satu wilayah penyangga DKI Jakarta yang saat ini dipadati oleh 2,6 juta penduduk. Pertumbuhan penduduk di Kota Bekasi terhitung pesat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi hasil sensus penduduk pada 2014, rata-rata kenaikan jumlah penduduk di Kota Bekasi mencapai 3 persen dari total jumlah penduduk atau sekitar 77.785 orang per tahun.

Namun, pesatnya pertumbuhan penduduk tersebut belum diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai dan tata kota yang baik. Kemacetan, kemiskinan, banjir, dan buruknya pengelolaan sampah menjadi beberapa problem yang menggelayuti Kota Bekasi.

Perihal pengelolaan sampah misalnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan, saat ini, rumah tangga di Kota Bekasi menghasilkan sampah hingga 1.500 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya 70 persen yang berhasil terangkut ke TPA Sumurbatu Kecamatan Bantargebang. Sisanya, sebesar 20 persen dikelola oleh warga dan sebesar 10 persen berserakan atau menumpuk menjadi sampah liar di lingkungan warga. 

Buruknya sistem drainase di Kota Bekasi juga kerap menyebabkan banjir di banyak wilayah.  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Heri Ismiradi, menyatakan bahwa kebanyakan kondisi saluran air yang ada di perumahan terkena banjir telah menyempit hingga tinggal beberapa sentimeter. Selain itu, banyak saluran air sudah tidak berfungsi dengan baik, sehingga memperparah banjir jika turun hujan di lokasi tersebut.

Rilis.id berkesempatan berbincang dengan Heru CN di bilangan Jatibening, Kota Bekasi, mengenai pencalonannya sebagai kepala daerah Kota Bekasi. Kepada rilis.id, Heru mengutarakan gagasan-gagasannya untuk membuat Bekasi menjadi kota yang lebih baik. Berikut laporan wawancara selengkapnya:

Menurut Anda, apa saja permasalahan yang saat ini melanda Kota Bekasi?

Satu, penduduk Kota Bekasi lama-lama bertambah. Permukiman juga bertambah. Mungkin penataan kotanya sekarang sudah baik, tapi harus lebih baik lagi. Saluran air di sini kacau, jadi kerap terjadi banjir. Target kita salah satunya adalah penataan kota.

Orang dari Jakarta, karena tidak mampu, pindah ke Bekasi. Tadinya saya juga tinggal di Jakarta. Ngontrak dari yang tadinya Rp4 juta menjadi Rp150 juta per tahun. Makanya saya pindah, ngapain tetap ngontrak di sana kalau di Bekasi bisa membangun sendiri.

Kebanyakan orang motifnya seperti itu. Karena orang kan ingin berkembang. Untuk apa terus ngontrak? Kan lebih baik beli. 

Karena teknologi komunikasi sekarang sudah canggih, bisnis juga tidak lagi ditentukan dengan lokasi.

Karena banyak orang pindah ke Bekasi, ya di sini lama-lama berkembang. Perkembangan bagusnya ada, perkembangan negatifnya juga ada. Jadi negatif itu kalau orang pindah tidak ada kerjaan. Tapi kalau ada kerjaan, jadi positif.

Bekasi memang sudah maju, banyak hotel, banyak apartemen. Tapi, penataan kotanya saja yang belum bagus. Harus diperbaiki lagi.

Menurut Anda, apakah permasalahan di Kota Bekasi sulit untuk dibenahi?

Tidak, saya rasa tidak. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi itu lumayan. Di sini ada 12 kecamatan, 56 kelurahan. Yang pertama, itu harus kita disiplinkan dulu. Dalam kerja, kalau semua disiplin dan serius, hasil pekerjaan akan baik.

Programnya sebelum dikerjakan kita konsepkan secara matang. Kita minta masukan dari masyarakat. Kita kerjakan bareng-bareng. Jika konsepnya disetujui DPRD, kita matangkan dan kita laksanakan. Tetapi yang nomor satu disiplin. Kalau semua disiplin, insya Allah akan berjalan dengan baik. 

Disiplin seperti apa yang Anda maksudkan?

Misalnya masuk kerja jam 7. Jika jam 7 belum masuk, alasan apa pun akan kita kenakan sanksi. Kedua, pekerjaan kan sudah ada SOP-nya, jadi ketika bekerja harus sesuai dengan SOP. Yang ketiga, nanti pekerjaan akan kita target. Dengan itu, insya Allah akan terpenuhi.

Kalau sekarang kan, maaf ini mudah-mudahan tidak terjadi, pikirannya kalau masyarakat bisa dibuat susah kenapa tidak dibuat susah. Membuat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), misalnya, dikatakan bisa, padahal tidak bisa. Lalu diminta pungutan macam-macam. 

Kalau memang tidak bisa, kita harus katakan tidak bisa. Semua pegawai, semua stakeholder harus disiplin dan bertekad membuat Kota Bekasi menjadi lebih baik. Ya, bukan berarti sekarang (Kota Bekasi) tidak baik.

Kalau memang tidak sulit membenahi permasalahan di Kota Bekasi, mengapa saat ini Kota Bekasi masih banjir dan macet?

Iya itu, karena tidak disiplin dan ada KKN. Orang tidak disiplin tidak takut dipecat. Pikirnya, orang saya dulu membantu kampanye dia, misalnya. Makanya nanti akan saya benahi sedikit-sedikit. Tidak bisa seratus persen. Ya misalnya sekarang ini 40 persen, nanti menjadi 80 persen.

Bukankah banyak penguasa yang terikat balas budi politik?

Saya tidak bisa. Saya akan tegas dari awal. Saya akan bilang jika membantu, ya ada imbalannya, tapi tidak boleh seperti itu. Kalau sudah duduk di pemerintahan, yang mengawasi kan rakyat. Kalau saya begitu, sama saja dengan yang kemarin-kemarin, tidak usah pilih Heru. Pilih saja yang kemarin-kemarin.

Kota Bekasi saat ini didera kemacetan, apa gebrakan Anda?

Saya nanti ingin seperti DKI, penerapan ganjil-genap. Bahkan saya juga akan menerapkan 3 in 1 plus ganjil-genap di seluruh ruas Kota Bekasi. Agar polusi dan lain-lainnya berkurang. Agar orang lebih suka naik kendaraan umum ketimbang naik kendaraan pribadi.

Banyak orang tidak mau naik kendaraan umum karena tidak nyaman. Apa Anda punya rencana menyediakan angkutan umum yang nyaman bagi warga?

Saya akan memperpanjang jalur busway sampai sini, kerja sama dengan DKI Jakarta.

Bagaimana dengan penampungan sampah di Kota Bekasi yang menurut pemerintah sudah overload?

Itu teknologinya yang perlu kita kembangkan. Karena untuk menambah luas agak sulit, kan. Membuang sampah perlu lahan. Dan, lahan itu perlu izin masyarakat setempat. Tidak ada yang mau pasti, walaupun mungkin itu menghasilkan uang banyak. 

Kita akan belajar dari negara lain. Mungkin nanti kita akan datangkan ahli dari Jepang atau dari Jerman. Katakanlah habis Rp1 triliun atau Rp2 triliun, tapi nanti pendapatannya kan lebih dari itu. 

Tidak usah sayang kalau untuk sampah. Karena load sampah ke Bantargebang sangat besar.Tidak hanya dari Kota Bekasi sendiri, dari Jakarta, perbatasan Depok, hingga perbatasan Bogor juga ke sini. Load terbesarnya justru dari Jakarta. Makanya nanti Jakarta akan kita minta kontribusinya. 

Kalau teknologi pengolahan sampah diperbarui, bagaimana dengan masyarakat sekitar yang mencari nafkah dengan mengolah sampah secara manual di Bantargebang?

Mereka akan diberdayakan untuk menjadi tenaga kerja. Untuk pemilahan sampah plastik, misalnya. Secanggih-canggihnya teknologi, tetap akan membutuhkan tenaga manusia. Dengan adanya teknologi, justru mereka akan senang. Karena dengan teknologi, pengolahan sampah akan lebih cepat dan tidak menimbulkan bau. 

Bagaimana dengan permasalahan toleransi? Beberapa kali kelompok tertentu diberitakan melarang pendirian gereja.

Bukan melarang. Gereja di sini banyak, masjid lebih banyak. Tidak bisa dimungkiri umat Islam kan memang lebih banyak dari umat yang lainnya. Umat Islam ada 95 persen, selebihnya umat lainnya.

Tetapi orang Bekasi sangat toleran, tidak ada masalah. Tetangga saya, Ibu Tobing, itu Kristen. Kalau lebaran dia ke rumah saya ngasih bingkisan. Begitu pula kalau Natalan. Saya ke rumah dia. Saya ngucapin natalan dan saya ngasih juga. Tidak ada masalah. Kalau di sini bagus-bagus saja.

Kalau Bapak yang diusung jadi wali kotanya, siapa pasangannya?

Saya tidak milih-milih. Selama dia mau bekerja sama dengan saya.

Kandidatnya?

Banyak. Semua partai mencalonkan masing-masing. Tapi kan semua partai tidak bisa sendiri. Di sini yang bisa sendiri cuma PDIP. Karena dia punya 12 kursi. Saya tergantung pimpinan di atas. Saya mengikuti saja. Pendekatan-pendekatan dengan partai lain sudah. Tapi untuk pastinya belum. Masih penjajakan semua. Begitu pula partai lain ke kita. 

Kabarnya Anda akan dipasangkan dengan Laudya Cintya Bella?

Tidak tahu. Kalau dari PAN sepertinya tidak. Karena dia belum melamar di PAN. Syarat di PAN kan harus melamar. Kalau dari partai lain, saya belum tahu.

Banyak partai merekrut artis untuk meningkatkan elektabilitas, bagaimana tanggapan Anda tentang itu?

Mohon maaf. Kalau saya tidak setuju. Bukan kita tidak percaya dengan artis. Jangan salah. Tetapi kalau seorang artis tiba-tba dijadikan di pemerintahan, atau dia tidak pernah terjun ke politik tiba-tiba masuk ke pemerintahan, jadinya juga nggak bagus, kan. Orang itu pasti harus dari bawah. Saya tidak asal masuk poltik. Saya dari tahun 1995 sudah di politik. Jadi, sudah tahu. Dari jadi kader, simpatisan, lalu jadi pengurus, naik ke ranting, ranting ke cabang, lalu ke DPD, terus ke provinsi lalu ke pusat. 

Bukankah PAN partai yang paling banyak memiliki anggota dengan profesi artis?

Oh, tidak. PAN itu kan terbuka. Mau artis, tukang becak, profesor, atau siapa pun boleh masuk. Jadi bukan hanya dari artis saja.

Semua orang berhak menjadi caleg. Tetapi masyarakat harus bisa memilih. Kalau masyarakat itu misalnya salah memilih, begitu kerjanya jelek, yang salah dia. Kenapa dipilih? 

Bisa jadi karena politik uang?

Nah, itu yang saya akan hindari. Tidak dimungkiri, biaya kampanye itu perlu uang. Contohnya kita bikin spanduk dan kaos. Tapi kalau bagi-bagi uang, saya tidak setuju. Kalau sudah kasih uang, pasti nanti kerjanya berpikir, saya kemarin habis sekian. 

Kalau Anda nanti diusung partai untuk menjadi calon wali kota/wakil wali kota, apakah Anda optimis akan dipilih oleh rakyat?

Dari kecil, saya orangnya optimis, ambisius. Ambisius untuk maju menjadi lebih baik. Makanya saya tidak akan berhenti untuk berbuat baik. Walaupun saya sudah gagal tiga kali dalam pilkada, saya tetap yakin apa yang saya inginkan ini akan berhasil saya wujudkan. Dan saya akan benar-benar murni ingin kerja. Bukan untuk mencari popularitas atau yang lainnya.

Saya ingin kalau saya meninggal nanti saya didoakan banyak orang karena kebaikan saya. Saya ingin meninggalkan nama baik. Saya ingin kota yang saya pimpin ada kemajuannya.

Misalnya yang tadinya banjir jadi tidak banjir, macet jadi sedikit macet. Banyak gebrakan yang ada di kepala saya ini, dan ingin saya wujudkan. Dan untuk mewujudkan ini, saya akan lebih tegas dari Ahok.

Bukan berarti saya akan marah-marah. Tidak. Tegas tidak sama dengan marah-marah. Tetapi, saya ingin menegakkan disiplin, dan saya akan lebih tegas dari Ahok.


Tags
#Heru CN
#Wali Kota Bekasi 2018-2023
#Pilkada Kota Bekasi 2018
#PAN
#Wawancara
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID