logo rilis
Hati-Hati! Ada Modus Sabu Cair di Bola Nyala Mainan Anak
Kontributor

04 Februari 2020, 17:00 WIB
Hati-Hati! Ada Modus Sabu Cair di Bola Nyala Mainan Anak
Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Bagi anda yang memiliki anak kecil tampaknya perlu waspada dengan mainan yang ia beli. Pasalnya, belakangan terdapat sabu yang diselundupkan di dalamnya. 

Kasus ini pun diungkap oleh pihak Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Melalui video yang tersebar, petugas bermama Nunky menunjukan bagaimana narkoba jenis sabu berkamuflase di mainan anak-anak.

"Ini adalah narkoba jenis baru. Mereka dikamuflasekan dalam mainan anak. Kita akan mengecek dengan alat. Kita cek kandungan apa yang ada di dalam ini," ujar Nunky dalam video.

Tampak mainan tersebut seperti bola yang didalamnya terdapat gel dan boneka. Ketika diketuk-ketuk, bola tersebut mengeluarkan sinar. Tentu menarik perhatian anak bukan?

Ketika dicek dengan alat, terdapat kandungan Fentanyl Compound or Methapnethamine. Kandungan ini dikenal dengan sabu cair. 

"Banyak modus yang digunakan para pengedar narkoba untuk menyelundupkan ke Indonesia. Ini Kiriman dr Malaysia. Dikamuflasekan di mainan anak. Waspadalah," sambung Nunky.

Kasus ini pun sudah ditangani kepolisian.  Dilansir inews.id, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai DKI Jakarta sudah menangkap tiga tersangka penyelundupan narkoba jenis sabu cair itu. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan modus penyelundupan narkoba ini termasuk baru. 

"Paket itu berbentuk bola mainan anak. Ada lima paket yang isinya sabu sabu cair, ini modus baru. Cara menggunakannya, ada lubang di bola itu, jika cairan dikeluarkan akan mengeras. Itu lah sabu-sabunya," kata Yusri, Senin (3/1/2020)

Polisi dikatakannya telah mengamankan lima bola berisi sabu cair dengan berat kotor mencapai 1.962 gram. Modus tersebut diketahui pada pertengahan Januari 2020. Saat itu polisi mendapat informasi dari Bea Cukai Jakarta tentang adanya narkotika yang akan masuk melalui paket pos. Polisi bersama Bea Cukai menindaklanjuti informasi tersebut.

"Hari Rabu tanggal 29 Januari 2020 kami dapat informasi dari teman-teman Bea Cukai bahwa akan ada pengiriman paket control delivery dari Malaysia ke satu kantor pos di Cianjur," katanya.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Bea Cukai Jawa Barat dan menemukan paket itu masuk ke salah satu kantor pos di kawasan Cianjur. Polisi kemudian mengamankan satu tersangka berinisial D yang mengambil paket tersebut.

Saat diperiksa polisi, D mengaku hanya disuruh mengambil paket tersebut oleh dua tersangka lain yang ingin menyewa rukonya. Dari keterangan itu polisi menangkap tiga tersangka lainnya yakni I, E dan R.

"Kita tangkap tersangka R. Kemudian E dan I yang merupakan pasangan suami istri sebagai pemesan barang," ucap Yusri.

Polisi menduga sabu cair dalam mainan anak itu akan dijual kembali. Oleh karena itu, polisi masih memeriksa tersangka untuk menelusuri lebih lanjut kasus tersebut

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Para tersangka terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun.

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID