logo rilis
Hasil Survei Kemenhub: Masyarakat Masih Bersikeras untuk Mudik
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
16 Mei 2020, 21:30 WIB
Hasil Survei Kemenhub: Masyarakat Masih Bersikeras untuk Mudik
Penumpang bersiap menaiki bus di Terminal Grogol. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Sebagian masyarakat di Indonesia masih tetap bersikeras untuk melakukan mudik di tengah pandemi virus corona atau COVID-19. Hal itu diketahui berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbang) Kementerian Perhubungan. 

Untuk itu, kata Kepala Balitbang Kemenhub, Umiyatun Hayati Triastuti, perlu upaya yang keras untuk membuat masyarakat tidak melakukan mudik ke kampung halaman masing-masing. 

Pihaknya, kata Umiyatun, telah melakukan lima kali survei dengan cara daring dan home interview di mana hasil survei daring (online) kedua diperoleh potensi awal pemudik 56 persen tidak mudik, tujuh persen sudah mudik dan 37 persen akan mudik.

“Tujuh persen ini seperti mahasiswa, anak-anak indekos yang sudah mudik duluan atau orang yang sudah work from home (kerja dari rumah),” kata Umiyatun dalam webinar yang bertajuk “Pengelolaan Transportasi dalam Pengendalian Penyebaran COVIS-19” di Jakarta, Sabtu (16/5/2020). 

Setelah adanya intervensi kuesioner kebijakan imbauan tidak mudik, potensi berubah menjadi 80 persen tidak mudik dan 13 persen bersikeras untuk mudik.

Hasil survei home interview kedua diperoleh potensi respons awal pemudik 68 persen tidak mudik dan 24 persen akan mudik.

“24 persen ini mereka yang masih mengupayakan lewat jalan tikus atau asisten rumah angga yang merengek pulang karena diancam oleh keluarganya di kampung,” ujarnya.

Umiyatun mengatakan, pihaknya terus memantau dan mengevaluasi data-data di lapangan karena sangat dinamis.

Selain itu, dia menambahkan, arus balik juga perlu diantisipasi dengan adanya manajemen lalu lintas, seperti berupa lawan arus (contra flow), atau satu arah (one way) jika diperlukan, memperketat pengawasan da pengendalian transportasi, serta melakukan tes COVID-19 bagi pada masyarakat yang melakukan perjalanan balik.

Pemerintah pusat telah menyiapkan strategi, yakni mengoordinasikan seluruh perangkat keamanan pemerintah daerah guna pengamanan akses keluar masuk wilayah zona merah.

Kemudian, menetapkan regulasi atau petunjuk teknis pembatsan lalu lintas dan pengamanan sarana dan prasarana transportasi serta bekerja sama dengan pemda dalam menyusun strategi stimulus bagi angkutan transportasi yang masih beroperasi secara terbatas.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID